Hunian ASN di IKN Terapkan Bangunan Cerdas
📅 Senin, 04 Mar 2024, 00:01 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan menerapkan konsep bangunan hijau dan cerdas dalam proses pembangunan tower hunian ASN-Hankam di Ibu Kota Nusantara atau IKN.
"Hunian ini didesain dengan konsep bangunan hijau, dan tentunya sudah dilengkapi dengan fasilitas dan meubelair lengkap di dalamnya agar para ASN bisa tinggal dengan nyaman. Jadi, ASN tinggal masuk membawa pakaian dan peralatan seperlunya," ujar Direktur Jenderal Perumahan, Iwan Suprijanto, di Jakarta, Sabtu (2/3).
Seperti dikutip dari Antara, Iwan menambahkan penerapan konsep bangunan hijau dan cerdas dengan teknologi terkini juga mendukung pengurangan efek gas rumah kaca.
"Secara keseluruhan 47 tower akan terdiri dari 2.820 unit hunian. Para ASN-Hankam yang bertugas di IKN akan dapat tinggal di unit hunian seluas 98 m2," katanya.
Masing-masing tower dibangun setinggi 12 lantai, di mana lantai 1 dan 2 dimanfaatkan untuk podium fasilitas sosial/fasilitas umum (fasos/ fasum) seperti ruang bersama, toko, fitness, public space, dan sebagainya, sedangkan 10 lantai sisanya untuk hunian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada setiap tower juga dilengkapi akses tangga dan lift darurat, panel surya di bagian rooftop serta smart home system. "Setiap unit hunian sudah dilengkapi ruang keluarga, meja kerja, balkon, ruang makan, dapur, ruang laundry, kamar tidur utama, dua kamar tidur anak, dan dua kamar mandi," ujar Iwan.
Pada setiap bangunan diterapkan sistem kontrol listrik, sistem kontrol gas, sistem air bersih, dan sistem penghematan energi. Untuk sistem keamanannya, dilengkapi dengan sistem parkir, panic button, access control, sistem CCTV, sistem darurat untuk kebakaran, sistem evakuasi berbasis suara.
Sementara itu, Deputi bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Agung Wicaksono, memprediksi 10 tahun ke depan Kota Nusantara mulai operasional sepenuhnya sesuai target Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan pengembangan pembangunan Ibu Kota negara masa depan Indonesia itu tidak memerlukan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Prediksi kami, berkaitan ketertarikan investor terhadap Kota Nusantara terus mengalami peningkatan," kata Agung ketika dihubungi dari Penajam, Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu.
Investasi Terus Masuk
Menurut Agung, dalam kurun waktu enam bulan, investasi di Kota Nusantara mencapai lebih kurang 50 triliun rupiah, yang terhitung mulai periode September 2023 sampai deng an Februari 2024. "Kami prediksi sepanjang tahun ini (2024) investasi yang masuk ke Kota Nusantara sekitar 55 triliun rupiah," ujarnya lagi.
Sehingga perkiraan pencapaian investasi itu melebihi dari yang ditargetkan OIKN lebih kurang 100 triliun rupiah sampai akhir tahun ini.
Jika pencapaian investasi selama enam bulan itu diakumulasikan dalam jangka 10 tahun Kota Nusantara mulai operasional sepenuhnya sesuai target Presiden Jokowi, maka investasi akan mencapai lebih kurang 1.000 triliun rupiah.
"Kalau asumsi atau prediksi itu tepat dan benar maka tidak diperlukan lagi dana APBN untuk pengembangan pembangunan Kota Nusantara," ujarnya pula.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!