Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hujan di Pulau Jawa Mengalami Perpanjangan, BRIN Ungkap Fenomena Ini Jadi Penyebabnya

📅 Jumat, 01 Mar 2024, 13:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hujan di Pulau Jawa Mengalami Perpanjangan, BRIN Ungkap Fenomena Ini Jadi Penyebabnya Doc: antarafoto
Ket. Cuaca ekstrem

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan hujan mengalami perpanjangan di Pulau Jawa dan belum ada tanda-tanda berakhir, meski sekarang sudah memasuki bulan Maret.

Periset Iklim dan Atmosfer BRIN Erma Yulihastin melalui akun X yang dikutip di Jakarta, Jumat (1/3), mengatakan hujan persisten yang turun dengan intensitas sedang, bahkan ekstrem di Jawa tidak dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer.

"Selama Februari tidak ada bukti penjalaran kelembapan dari arah timur maupun barat menuju Jawa," ujarnya.

Erma mengatakan hujan juga tidak terbentuk karena angin skala luas yang umumnya dibentuk dari garis Zona Konvergensi Antar Tropis (ITCZ) atau daerah konvergensi antar-tropis.

Kondisi itu menandakan tidak ada faktor global dan remote forcing yang berperan signifikan dalam pembentukan hujan.

Kemudian penyebab hujan adalah forcing local yang berasal dari memanasnya suhu permukaan laut baik di Laut Jawa maupun Samudra Hindia sebelah selatan Jawa.

"Pemanasan suhu permukaan laut berperan penting dalam menciptakan Oceanic Convection System (OCS) yang masif dan akseleratif," kata Erma.

Lebih lanjut dia menyampaikan dalam kondisi angin dari utara yang mengalami penguatan, sistem konveksi yang masif dan terjadi meluas di laut dapat dengan cepat masuk ke darat dan bergabung dengan konveksi di atas darat efek orografis.

Fenomena itulah, kata dia, yang membuat hujan jadi meluas, bahkan ekstrem.

Konveksi laut dapat terbentuk setiap hari oleh pemanasan suhu muka laut, sehingga menaburkan garam di atas lautan akan memperparah dan mempercepat sistem hujan yang terbentuk di atas laut, sementara hujan telah siap berpindah menuju darat.

Erma berpesan untuk memperbaiki sistem drainase, menambah jumlah penampungan air, hingga membuat dan meningkatkan sistem peringatan dini.

"Modifikasi cuaca termasuk bagian dari usaha yang dampaknya di luar kontrol kita," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.