Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Waspadai Gelombang 2,5 Meter di Laut NTT hingga 8 Oktober 2025

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 11:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Waspadai Gelombang 2,5 Meter di Laut NTT hingga 8 Oktober 2025 Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Kondisi di wilayah perairan pesisir Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

KUPANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang setinggi 1,25–2,5 meter di sejumlah wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (5/10) sampai dengan Rabu (8/10).

“Diprakirakan potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter terjadi di sejumlah wilayah perairan NTT pada 5–8 Oktober 2025,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga di Kupang, NTT, Minggu (05/10).

Ia mengatakan tinggi gelombang hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Sape bagian utara, Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan Selatan Flores, dan Perairan Selatan Alor-Pantar.

Lalu potensi serupa juga dapat terjadi di wilayah perairan Laut Sawu, Selat Ombai, perairan utara Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, perairan selatan Sabu-Raijua, dan perairan selatan Timor-Rote.

Sementara itu, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari tenggara ke arah barat daya dengan kecepatan angin berkisar 4–25 knot.

“Kecepatan angin juga berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di sejumlah wilayah perairan NTT,” kata Yandri.

BMKG telah menerbitkan peringatan dini gelombang tinggi dan potensi angin kencang yang berlaku sejak Minggu (5/10) hingga Rabu (8/10).

BMKG mengingatkan para pengguna perahu nelayan untuk waspada apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Sementara bagi operator kapal tongkang patut waspada apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Yandri juga menambahkan terdapat dua wilayah dengan potensi gelombang setinggi 2,5-4 meter, yaitu di Selat Sumba bagian barat dan perairan selatan Sumba.

Ia meminta kepada masyarakat khususnya pengguna transportasi laut untuk terus memantau informasi resmi dan terkini dari BMKG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.