Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti BRIN Ungkap Tantangan Implementasi AI pada Sektor Kesehatan

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 17:20 WIB | Oleh:
Peneliti BRIN Ungkap Tantangan Implementasi AI pada Sektor Kesehatan Doc: ANTARA/Shutterstock
Ket. Ilustrasi kecerdasan buatan untuk kesehatan.

JAKARTA - Peneliti Pusat Riset Telekomunikasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Rizky Rahmatullah menyoroti sejumlah tantangan dan pertimbangan krusial dalam penerapan kecerdasan buatan (AI) di sektor kesehatan.

Dalam sebuah diskusi tentang Internet of Medical Things (IoMT) di Jakarta, Rabu (3/9), Rizky menekankan penggunaan AI terutama untuk tindakan medis yang sensitif membutuhkan kehati-hatian ekstra, sebab penerapan AI di layanan kesehatan bisa sangat kompleks.

"Kalau bisa saya katakan, AI di healthcare ini mohon maaf, cukup gila. Kenapa? Karena kalau misalnya kita berkaitan dengan surgery, pasti akan was-was, kita menerapkan AI yang saat ini mungkin saja belum mumpuni," katanya.

Maka dari itu, Rizky menekankan pentingnya akurasi dalam setiap pengembangan AI untuk kesehatan agar teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat.

"Ketika kita ingin menciptakan sebuah IoMT dan juga menerapkan sebuah kecerdasan buatan, akurasi dan lain sebagainya itu harus diperhatikan agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terkhusus di sektor kesehatannya," lanjut dia.

Selain akurasi, peneliti lulusan Beijing Institute of Technology China itu juga menyoroti aspek privasi dan keamanan data. Data pasien bersifat sangat sensitif dan harus dijaga kerahasiaannya.

"Balik lagi, bahwa data pasien ini harus atau hanya boleh dilihat oleh dokter, dokter yang menangani pasien, dan juga oleh pasiennya dengan izin dokter tersebut," ujar Rizky.

Rizky menambahkan ini menjadi tantangan bagi para pengembang untuk menciptakan sistem AI yang mampu menjaga data setiap pasien dengan baik. Tantangan lain yang tak kalah penting adalah regulasi.

Menurutnya, di Indonesia maupun di dunia belum ada regulasi yang secara gamblang memberikan izin untuk penerapan AI pada alat-alat medis.

Ia menilai hal ini menjadi kendala bagi para peneliti yang ingin menggabungkan IoMT dengan AI.

Rizky berharap para peneliti dan perekayasa dapat berkolaborasi untuk menciptakan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga aman dan sesuai standar.

"Harapannya para peneliti, perekayasa, dan lain-lain, bisa membuat IoMT yang bermanfaat bagi masyarakat, yang bisa menjaga keamanan datanya, kemudian bisa diakses oleh siapapun dengan harga yang cukup murah dan bisa sesuai dengan regulasi dan juga standar yang ada," kata Rizky Rahmatullah. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.