Gila! Lampu Semanggi 3 Kali Digondol Maling, Pramono Anung Bongkar Kelicikan Pencuri Berkedok Petugas
📅 Selasa, 10 Feb 2026, 20:40 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menginstruksikan jajaran aparat hingga level kelurahan dan kecamatan untuk memperketat pengawasan fasilitas publik menyusul maraknya aksi pencurian komponen infrastruktur kota.
Kekecewaan orang nomor satu di Jakarta ini memuncak setelah mengetahui lampu hias di kawasan ikonik Semanggi telah tiga kali hilang dicuri, meski lokasi tersebut berada di bawah pantauan kamera pengawas (CCTV) dan berdekatan dengan pos polisi. Dalam keterangannya di Jakarta Selatan, Selasa (10/2), Pramono meminta agar tidak ada lagi sikap saling lempar tanggung jawab antarunit kerja terkait pengamanan aset negara yang dibiayai oleh pajak rakyat tersebut.
“Teman-teman pasti tidak pernah membayangkan yang namanya Semanggi, itu sekarang kita kasih lampu terangnya beragam. Tahu nggak, itu sudah tiga kali diganti. Ke mana lampu itu? Dicuri,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Selasa.
Bahkan, pencurian terjadi meski di sekitar lokasi terdapat pos polisi dan kamera pengawas (CCTV). Namun pelaku tetap nekat mengambil komponen lampu tersebut.
Dia juga mencontohkan kasus pencurian kabel bawah tanah di wilayah Jakarta Utara yang terjadi pada siang hari. Pelaku terlihat seperti petugas resmi sehingga tidak menimbulkan kecurigaan warga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, Pemprov DKI memutuskan memperkuat koordinasi pengawasan lintas level wilayah dan satuan kerja. Ia menilai selama ini masih terjadi saling lempar tanggung jawab antarunit.
“Salah satu kelemahan yang ada, kadang-kadang saling melempar, ini tugas camat, wali kota, lurah atau sudin. Maka, tadi kami putuskan koordinasi di tingkat kelurahan, kecamatan dengan suku dinas terkait, termasuk Satpol PP,” ujar Pramono.
Selain pencurian, Pramono juga menyoroti persoalan infrastruktur jalan seperti lubang yang membahayakan pengguna jalan saat musim hujan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengaku marah setelah ada kasus pelajar meninggal akibat kecelakaan di jalan berlubang dan licin.
Menurutnya, pengawasan dan respons cepat di lapangan harus diperbaiki agar kerusakan fasilitas publik, termasuk lampu jalan dan penerangan trotoar, bisa segera ditangani sebelum memicu korban.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!