Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BJB Dipatok Laba Rp2,2 Triliun, Gubernur Jabar Pasang Target

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 01:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
BJB Dipatok Laba Rp2,2 Triliun, Gubernur Jabar Pasang Target Doc: Antara
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan arahan dalam Business Review Semester II Tahun 2025 & Executive Workshop Tahun 2026 di Bale Agung Gedung Negara Pakuan, Bandung, Jumat (23/1).

Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mewajibkan manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) mencetak laba bersih sebesar Rp2,2 triliun pada tahun 2026 ini.

Dedi juga mengindikasikan hal itu akan jadi tolok ukur utama bagi Plt Direktur Utama BJB Ayi Subarna untuk dikukuhkan sebagai pejabat definitif.

"Sudah tidak bisa ditawar lagi, angka keuntungan harus mencapai Rp2,2 triliun, jika ingin menjadi dirut," kata Dedi dalam keterangan di Bandung, Sabtu (24/1).

Target ambisius itu, dipatok Dedi demi mengamankan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan laba sebesar itu, ia mengatakan BJB diproyeksikan mampu menyetorkan dividen ke kas Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat hingga Rp400 miliar.

Tantangan tersebut dinilai realistis oleh otoritas pengawas perbankan. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat Darwisman mengatakan bahwa untuk mencapai setoran dividen Rp400 miliar, bank pelat merah tersebut harus mencatatkan laba bersih di atas Rp2,2 triliun.

Darwisman mengaku optimistis target itu bisa dikejar, mengingat rekam jejak bank BJB pada 2023 yang sempat menyentuh laba Rp1,8 triliun.

"Jika kredit dapat tumbuh hingga 12 persen dan mampu melakukan efisiensi hingga Rp1,4 triliun, maka laba BJB diprediksi dapat mencapai Rp2,58 triliun," ujar dia.

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi tajam dan pengawasan ketat untuk mencegah kecurangan (fraud).

Guna memuluskan target tersebut, Dedi tidak membiarkan bank BJB berjalan sendiri. Ia mengatakan akan membuka akses langsung ke ekosistem investasi Jawa Barat yang pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp298,6 triliun, serta proyek infrastruktur 2026 yang nilainya lebih dari Rp7 triliun.

Dedi menyodorkan skema bisnis konkret dengan memanfaatkan masuknya investor asing.

"Ada pengusaha dari China ingin membuka pabrik di Jabar, saya tawarkan 3.000 pekerja terampil, nanti mereka harus menabung di BJB," ucap Dedi.

Namun, Dedi memberi catatan tebal terkait infrastruktur teknologi. Ia memperingatkan agar divisi IT BJB berbenah total.

"Jangan sampai transaksi elektronik 'lemot', ATM 'lemot'," kata Dedi.

Menanggapi tantangan tersebut, Plt Dirut BJB Ayi Subarna, sambil melaporkan posisi kinerja perseroan hingga 31 Desember 2025 yang mencatatkan laba bersih Rp1,09 triliun dengan total aset mencapai Rp181 triliun, mengatakan kesiapannya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.