Gandeng Pelari Eliud Kipchoge, Huawei Watch GT Runner 2 Bawa Teknologi GPS Ultra-Presisi ke Indonesia
📅 Sabtu, 11 Apr 2026, 23:02 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Huawei resmi meluncurkan Huawei Watch GT Runner 2 di Indonesia. Dikembangkan bersama legenda maraton dunia, Eliud Kipchoge, serta tim lari kelas dunia dsm-firmenich, smartwatch generasi terbaru ini memadukan wawasan atlet profesional dengan teknologi wearable mutakhir Huawei untuk mendukung para pelari mencapai performa puncaknya.
Terinspirasi oleh filosofi Eliud Kipchoge mengenai disiplin dan keberanian melampaui batas, kolaborasi ini mengusung semangat “Now Is Your Run”. Semangat ini hadir sebagai ajakan bagi setiap individu untuk menjadikan lari sebagai perjalanan menuju versi terbaik diri melalui serangkaian inovasi yang membantu pelari berlatih lebih presisi, strategis, dan konsisten.
Akurasi GPS Ultra-Presisi dengan Teknologi Terdepan
Huawei Watch GT Runner 2 menghadirkan 3D Floating Antenna Architecture yang mampu meningkatkan performa GPS hingga 50%. Didukung oleh algoritma XDR, jam tangan ini tetap memberikan posisi yang akurat meski berada di area dengan sinyal lemah, seperti di balik gedung tinggi, terowongan, maupun medan pegunungan.
Data rute, jarak, dan kecepatan yang presisi memudahkan pelari untuk menganalisis performa dan merencanakan latihan yang lebih efektif. Selain itu, sistem TruSense dan algoritma NPU+AI yang telah ditingkatkan memungkinkan pemantauan detak jantung dengan tingkat akurasi mencapai 98%.
Sebaiknya Anda baca juga:
Intelligent Marathon Mode: Pelatih Digital di Pergelangan Tangan
Sebagai pionir dalam analisis maraton cerdas, Huawei Watch GT Runner 2 menawarkan sistem performa end-to-end yang lengkap. Fitur ini mencakup personal racing assistant, prediksi performa, serta strategi pengisian ulang energi.
Bekerja sama dengan Beijing Sport University, Huawei juga menyertakan fitur pemantauan lactate threshold otomatis. Pelari cukup mengenakan jam saat berlatih untuk mendapatkan data pace optimal dan estimasi waktu finish yang akurat tanpa perangkat tambahan. Sebelum berlari, pengguna dapat memilih event lari melalui aplikasi, menetapkan target, dan mengikuti program latihan bertahap. Jika sistem mendeteksi kelelahan atau risiko cedera, jam akan memberikan saran istirahat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Desain Titanium yang Ringan dan Tangguh
Meski dibekali fitur canggih, Huawei Watch GT Runner 2 tetap nyaman digunakan sepanjang hari dengan bobot hanya 43,5 gram—menjadikannya smartwatch lari berbahan logam teringan di industri. Menggunakan material casing titanium yang kokoh, layar Kunlun Glass yang tahan banting, serta strap tenun AirDry yang anti-keringat, perangkat ini siap menghadapi lintasan paling menantang.
Untuk daya tahan, baterainya mampu menyokong penggunaan GPS nonstop hingga 32 jam—setara dengan lima kali maraton penuh atau ultra-marathon 100 km. Dalam penggunaan harian ringan, baterai dapat bertahan hingga 14 hari. Perangkat ini juga kompatibel dengan sistem operasi iOS dan Android secara seamless.
Pemantauan Kesehatan Menyeluruh
Huawei Watch GT Runner 2 bukan sekadar alat pengukur kecepatan, tetapi juga pendamping kesehatan yang komprehensif. Melalui sistem Huawei TruSense, pengguna dapat memantau intensitas latihan, kualitas tidur, EKG, hingga HRV (Heart Rate Variability). Teknologi ini sigap memberikan peringatan jika tubuh berisiko mengalami masalah kesehatan selama sesi latihan yang intens.
Harga dan Ketersediaan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!