Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Era Pengetatan Moneter Dimulai, The Fed Akhirnya Naikkan Bunga Acuan

📅 Kamis, 17 Mar 2022, 13:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Era Pengetatan Moneter Dimulai, The Fed Akhirnya Naikkan Bunga Acuan Doc: Graeme Jennings/Pool via REUTERS
Ket. Gubernur The Fed, Jerome Powell bersaksi selama dengar pendapat Subkomite Pengawasan dan Reformasi DPR AS tentang krisis Covid-19, di Washington, AS, 22 Juni 2021.

Washington - Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed, Rabu (16/3) waktu setempat menaikkan suku bunga acuannya untuk pertama kalinya sejak 2018 sebesar 25 basis poin menjadi di kisaran 25-50 persen. Kenaikan tersebut dimaksudkan untuk mengendalikan inflasi AS tertinggi dalam empat dekade.

"Inflasi tetap tinggi, mencerminkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait pandemi, harga energi yang lebih tinggi, dan tekanan harga yang lebih luas," menurut The Fed dalam pernyataan resminya usai pertemuan dewan kebijakan selama dua hari hingga 16 Maret lalu.

The Fed menambahkan konflik antara Russia dan Ukraina berpotensi menciptakan tekanan ke atas tambahan pada inflasi dan membebani kegiatan ekonomi.

Selain itu, bank sentral mengharapkan untuk mulai mengurangi kepemilikan surat berharga AS dan utang agensi dan sekuritas yang didukung hipotek agensi pada pertemuan The Fed mendatang. Kisaran target suku bunga dana federal atau FFR sebelumnya ditetapkan mendekati nol pada Maret 2020 untuk merangsang ekonomi AS pada awal pandemi Covid-19.

Bank sentral juga memulai program pembelian obligasi tanpa batas untuk menopang pasar dan mengurangi biaya pinjaman jangka panjang. Sekarang neraca The Fed telah membengkak menjadi hampir 9 triliun dollar AS dari sekitar 4,5 triliun dollar AS dua tahun lalu.

Dengan inflasi AS mencapai level tertinggi 40 tahun dan jauh di atas target bank sentral sebesar 2,0 persen, banyak pejabat Fed telah menyatakan dalam beberapa bulan terakhir bahwa mereka akan mendukung rencana untuk memulai serangkaian kenaikan suku bunga dan mengurangi neraca tahun ini dalam upaya mendinginkan ekonomi yang terlalu panas.

Indeks harga konsumen (IHK) bulan lalu melonjak 7,9 persen dari tahun sebelumnya, pertumbuhan 12 bulan terbesar sejak periode yang berakhir Januari 1982, menurut Departemen Tenaga Kerja AS.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan The Fed, pada Rabu (16/3) menyetujui kenaikan suku bunga dengan suara 8 banding 1, dengan Presiden Bank Federal Reserve St. Louis James Bullard tidak setuju dalam mendukung peningkatan setengah poin persentase yang lebih besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.