Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Durian Jadi Berkah, Ekonomi Masyarakat Badui Menggeliat

📅 Senin, 19 Jan 2026, 11:27 WIB | Oleh:
Durian Jadi Berkah, Ekonomi Masyarakat Badui Menggeliat Doc: Antara Foto
Ket. Petani Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten tengah melayani permintaan pedagang pengecer ke luar daerah dengan rata-rata 500 buah dan harga Rp40 ribu/buah.

Petani Badui merasa bersyukur panen durian menggulirkan perputaran uang hingga ratusan juta rupiah per hari, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat adat di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten.

"Sejak panen durian satu pekan terakhir ini bisa menjual sekitar 500 buah dengan harga Rp40 ribu/buah, sehingga menghasilkan pendapatan Rp20 juta per hari," kata Asmui, seorang petani Badui Luar di Kampung Kadu Ketug Kabupaten Lebak, Senin.

Panen durian itu, selain dijual di sekitar permukiman Badui juga ke luar daerah, seperti Rangkasbitung, Bogor dan Jakarta.

Saat ini, durian yang didapati itu, selain milik sendiri sebanyak 20 pohon dengan produksi 6.000/buah atau rata-rata 300 buah/pohon.

Selain itu juga dirinya menampung panen durian dari petani Badui lainnya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Produksi durian dipasarkan di sekitar pedagang pengecer di kawasan permukiman Badui dan dijual ke pengepul ke luar daerah.

Panen durian itu, kata dia, dipastikan bisa menggulirkan perputaran uang di petani Badui hingga ratusan juta rupiah/hari.

"Bila petani bisa menjual sekitar 300 buah durian dengan harga Rp40 ribu/buah dan menghasilkan Rp12 juta/hari. Kalau petaninya 50 orang maka menggulirkan perputaran Rp600 juta/hari," kata Asmui.

Begitu juga Pulung, seorang petani Badui mengaku dirinya memiliki sebanyak 20 pohon durian jika rata-rata 300 buah/pohon maka produksinya sebanyak 6.000 buah.

Dari 6.000 buah durian itu jika dijual Rp40 ribu/buah maka dapat menghasilkan uang Rp240 juta/musim panen.

"Semua produksi panen durian itu ditampung pedagang pengecer di permukiman Badui juga keluar daerah," katanya menjelaskan.

Diperkirakan panen durian itu dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Badui mulai petani, penampung, tengkulak, pedagang pengecer hingga buruh pemetik dan buruh panggul.

"Kami meyakini panen durian di kawasan Badui bisa berlangsung awal Maret 2026," kata tetua adat yang juga Kepala Desa Kanekes Jaro Oom.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.