Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dukung Dunia Tari, Kemenbud Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Seni

📅 Jumat, 06 Jun 2025, 15:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dukung Dunia Tari, Kemenbud Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Seni Doc: Antara
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan bahwa, Kementerian Kebudayaan telah memiliki program manajemen talenta kebudayaan yang sangat relevan dengan pengembangan seni tari.

"Program ini bertujuan membangun jalur pengembangan ekosistem seni, terutama tari, melalui pendampingan, pelatihan, serta pelibatan masyarakat," ujar Menbud dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/6).

Ia juga menyoroti pentingnya mendukung sanggar-sanggar kecil di berbagai daerah yang menjadi ujung tombak pelestarian budaya, serta mendorong penyelenggaraan pertunjukan berkala yang melibatkan masyarakat luas.

Integrasi tari ke dalam sektor lain seperti pariwisata, pendidikan, dan diplomasi budaya juga menjadi bagian dari strategi yang diusulkan.

"Saat ini terdapat tujuh institut seni yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti di Solo, Yogyakarta, Aceh, Bandung, Padang Panjang, Bali, dan lainnya. Harapannya, pendidikan seni dapat menjadi motor penggerak untuk memperluas distribusi budaya secara merata, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa atau kota-kota besar," jelasnya lagi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan perlunya regulasi pendanaan budaya dan kolaborasi antar-kementerian termasuk Kementerian Kebudayaan, Pendidikan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif untuk memperkuat ekosistem ini.

Fadli menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi dan dukungan kebijakan dalam membangun ekosistem seni tari yang berkelanjutan di Indonesia.

"Ada harapan bahwa seni tari Indonesia dapat dikenal secara internasional dan menjadi bagian dari kontribusi budaya global," ujarnya pula.

Ia menekankan bahwa ekosistem tari harus dibangun secara inklusif, berkelanjutan, dan tidak terpusat hanya di kota-kota besar.

Koreografer dan Pendiri Yayasan Seni Tari Indonesia, Hartati memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi ekosistem tari di Indonesia, termasuk akses pengetahuan yang tidak merata, dominasi program inkubator di Pulau Jawa, serta kurangnya jembatan antara festival besar dan seniman pemula.

"Tantangan utama adalah keberlanjutan program dan pentingnya jejaring antar-wilayah serta institusi. Yayasan juga berupaya menghindari sentralisasi seperti misalnya memandang Jakarta sebagai barometer, dengan mendorong ekspresi lokal yang dikemas secara kontemporer," ujar Hartati. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.