Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Duh, Lonjakan Harga Komoditas Pangan Sepanjang Ramadan Ini Bukan Dipicu Faktor Produksi, Tapi Ini Masalahnya

📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Duh, Lonjakan Harga Komoditas Pangan Sepanjang Ramadan Ini Bukan Dipicu Faktor Produksi, Tapi Ini Masalahnya Doc: antara
Ket. Pengawasan Distribusi Pangan Lemah

JAKARTA - Harga sejumlah bahan pokok strategis melonjak sepanjang Ramadan ini disebabkan permasalahan distribusi, bukan masalah produksi. Lemahnya pengawasan menjadi pemicu seperti yang terjadi pada harga minyak goreng bersubsidi.

Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa menemukan adanya kenaikan harga Minyakita saat berkunjung ke Pasar Induk Rau, Serang, Banten, Kamis (6/3). Dia mendapati minyak goreng bersubsidi tersebut dijual dengan harga bervariasi kisaran 18.000-19.000 rupiah per liter. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah adalah 15.700 rupiah per liter.

"Saya cek sendiri di beberapa tempat, ada yang menjual 19.000, ada yang 18.000 rupiah. Setelah saya tanyakan, ternyata mereka membelinya dari agen seharga 17.000 rupiah. Ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian harga di tingkat distribusi," ujarnya dikutip dari laman resmi DPR RI usai mengunjungan spesifik di Pasar Induk Rau.

Agun menilai kenaikan harga ini bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan karena kurangnya pengawasan dalam rantai distribusi. Dia menegaskan Kementerian Perdagangan dan dinas terkait harus segera bertindak untuk memastikan harga tetap sesuai kebijakan subsidi yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, Agun menilai operasi pasar saja tidaklah cukup untuk menekan harga jika distribusinya tidak tertata dengan baik. "Kalau distribusi dari produsen ke pengecer tidak diawasi dengan ketat, harga akan terus bergejolak. Pemerintah harus memastikan sistem distribusi berjalan dengan transparan dan sesuai aturan," tegasnya.

Dengan kondisi ini, pemerintah diminta segera mengambil langkah konkret untuk menertibkan distribusi dan penjualan Minyakita. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tetap bisa mendapatkan minyak goreng bersubsidi dengan harga yang telah ditentukan dan tidak terbebani oleh kenaikan harga yang tidak wajar.

Adapun Pemerintah terus menggencarkan upaya stabilisasi harga pangan menjelang Lebaran. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan membuka 4.800 gerai pangan di seluruh Indonesia guna menekan harga kebutuhan pokok. Gerai tersebut akan dikelola bersama oleh sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) dan kementerian terkait, termasuk RNI, Bulog, PPI, PT Pos, dan Berdikari.

“Kami akan menjual pangan di bawah harga eceran tertinggi (HET). Tidak boleh ada pengusaha yang menjual di atas HET. Jika ada, akan ditindak,” ujar Mentan di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (6/3).

Faktor Cuaca

Dia juga menyoroti fluktuasi harga komoditas tertentu seperti cabai dan beras. Menurutnya, harga cabai yang sempat menyentuh angka tertinggi 200 ribu per kilogram (kg) sebelum akhirnya turun menjadi 100 ribu rupiah per kg setelah dilakukan perbaikan distribusi.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut disebabkan faktor cuaca dan kendala distribusi. Karenanya, dia meminta agar sistem distribusi diperhatikan lebih serius.

“Beras tidak ada alasan untuk naik. Produksi kita naik 52 persen dan stok melimpah, jadi tidak boleh ada lonjakan harga. Begitu juga dengan minyak goreng. Kita produsen terbesar dunia, seharusnya tidak ada kenaikan harga meskipun kecil,” katanya.

Amran menegaskan pemerintah akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) hingga Lebaran untuk memastikan harga tetap stabil. Jika ditemukan pengusaha yang menjual di atas HET, sanksi tegas akan diberikan, termasuk penyegelan dan pencabutan izin usaha sesuai kesepakatan dengan Kapolri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.