Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Duh, Ini 4 Dampak Buruk Akuisisi Hybe Bagi SM Entertainment

📅 Jumat, 24 Feb 2023, 14:36 WIB | Oleh:
Duh, Ini 4 Dampak Buruk Akuisisi Hybe Bagi SM Entertainment Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi.

Hybe, yang merupakan agensi K-pop di belakang boy grup BTS, pada Rabu (22/2) mengatakan bahwa pihaknya menjadi pemegang saham SM Entertainment terbesar usai mengakuisisi 14,8 persen saham perusahaan dari Lee Soo Man.

Melansir Korea Herald, agensi boy group global BTS itu mengatakan dalam pengajuan peraturan bahwa mereka telah membayar pembelian saham lebih awal dari yang tadinya dijadwalkan.

Sebelumnya pada 10 Februari, perusahaan setuju untuk membeli saham dari pendiri SM Lee Soo Man seharga 422,8 miliar won dan mengatakan kesepakatan itu akan disegel pada 6 Maret mendatang.

Sebelum dijual ke Hybe, Lee Soo Man diketahui memiliki 18,46 persen saham di SM. Adapun sisa saham Lee Soo Man di SM juga akan masuk ke Hybe pada tahun ini, mengingat kesepakatan tersebut mencakup opsi yang memberi Lee Soo Man hak untuk menjual sisa saham dengan harga tertentu dalam waktu satu bulan.

Pakar industri sendiri mengatakan penyelesaian awal kesepakatan itu bertujuan untuk mengakhiri proses akuisisi secara stabil dan menjadikan Hybe secepat mungkin sebagai pemegang saham terbesar di SM Entertainment menjelang rapat pemegang saham perusahaan pada bulan depan.

Total saham Hybe di SM Entertainment dilaporkan dapat meningkat menjadi hampir 40 persen ketika membeli 25 persen saham SM lebih lanjut dari investor lain sesuai rencana.

Akuisisi itu dilakukan terlepas dari kritik manajerial SM yang menilai merger dan akuisisi Hybe akan membuatnya mengendalikan perusahaan dan industri K-pop.

Melalui akun YouTube resmi perusahaan, Chief Financial Officer SM Entertainment Jang Cheol-hyuk pada Senin (20/2) buka suara untuk menjelaskan alasan mengapa perusahaan K-pop ternama itu menentang merger dan akuisisi Hybe.

Berikut dampak akuisisi SM Entertainment oleh Hybe terhadap agensi juga industri K-pop:

1. Monopoli Industri K-pop

Dalam video bertajuk "Alasan mengapa SM menentang pengambilalihan HYBE", Jang mengatakan bahwa akuisisi SM oleh Hybe akan menimbulkan monopoli dalam industri K-pop mengingat kedua agensi merupakan pemimpin industri saat ini.

"SM dan Hybe adalah perusahaan hiburan terbesar yang memimpin industri lokal. Ketika digabungkan, mereka akan bertanggung jawab atas lebih dari 60 persen dari total pasar, sehingga memonopoli pasar," kata Jang dalam klip tersebut.

"M&A [Merger dan Akuisisi] akan merusak keragaman dalam industri K-pop karena bersama-sama mereka akan bertanggung jawab atas 70 persen pendapatan musik pasar dan 89 persen pendapatan pertunjukan. Mereka yang paling menderita dari monopoli ini adalah para penggemar."

2. Menghilangkan Independensi SM Entertainment

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.