Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPRD Minta Gubernur NTB Jemput Bola Atas Program Pusat Siasati Pengalihan Dana TKD

📅 Kamis, 30 Okt 2025, 13:17 WIB | Oleh:
DPRD Minta Gubernur NTB Jemput Bola Atas Program Pusat Siasati Pengalihan Dana TKD Doc: antara foto
Ket. Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) Hasbullah Muis Konco

MATARAM - Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) Hasbullah Muis Konco menyarankan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal sesering mungkin melakukan "jemput bola" meminta program dari pemerintah pusat untuk dibawa ke daerah guna menyiasati pengalihan dana transfer ke daerah (TKD) pada tahun 2026.

"Sepertinya ada perubahan strategi dari pusat dengan mengurangi TKD ke daerah. Kalau kita simak, pemerintah pusat ingin uang yang ditransfer ke APBD akan diganti dengan menyiapkan beberapa program," ujarnya di Mataram, Kamis (30/10).

Menurutnya, kebijakan pengalihan TKD ini menjadi peluang bagi daerah seperti NTB yang sangat membutuhkan fasilitas untuk mendukung kegiatan industrialisasi dan hilirisasi, baik komoditas hasil pertanian, kelautan maupun perikanan.

“Nah, hal ini harus ditindaklanjuti oleh Gubernur NTB. Ini perlu kolaborasi dengan pemerintah pusat supaya APBD kita tidak terbebani dengan pemotongan TKD ini," kata Konco sapaan akrabnya.

Anggota DPRD NTB dari daerah pemilihan (Dapil) II ( Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara) ini mencontohkan Pemprov NTB bisa mendorong pembangunan pabrik atau gudang di NTB.

Tujuannya, kata dia, untuk menghasilkan nilai tambah bagi produk asli NTB, seperti gudang atau pabrik garam, ikan, udang, rumput laut, jagung dan bawang.

"Termasuk pembangunan cold storage. Pemprov bisa mengajukan program ini ke pusat, sehingga rencana hilirisasi sektor kelautan itu kita bisa bangun," terangnya.

Menurut dia, dengan kehadiran cold storage berkapasitas besar, maka hasil tangkap ikan dan udang bisa disimpan di gudang penyimpanan. Samahalnya dengan hasil pertanian seperti bawang dan jagung.

"Artinya, ini melalui APBN karena dengan pengurangan TKD, otomatis pusat akan banyak menyiapkan program ke daerah. Tinggal nanti bagaimana gubernur dan timnya menjemput program ini agar sampai ke NTB. Komunikasi ke pusat harus lebih ditingkatkan," ujar Konco.

Konco mengatakan upaya ini selaras dengan upaya untuk menggenjot tiga program prioritas seperti yang dijabarkan dalam RPJMD NTB 2025-2029, yakni pengentasan kemiskinan ekstrem, menciptakan ketahanan pangan serta pengembangan pariwisata menuju NTB mendunia.

"Tiga program strategis prioritas itu harus difokuskan dalam kegiatan 2026," ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan pemerintahan Iqbal-Dinda untuk serius mewujudkan program industrialisasi dan hilirisasi. Hal ini penting untuk menciptakan nilai tambah secara ekonomi, baik bagi masyarakat maupun pendapatan daerah.

"Minimal yang kita kirim ke luar daerah itu berupa bahan baku. Syukur-syukur bahan jadi, sehingga kita tidak lagi menjual bahan mentah dengan harga yang murah," katanya.

Berdasarkan surat resmi dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Pemprov NTB termasuk yang mengalami pengalihan TKD sekitar Rp1 triliun tahun 2026. Penurunan ini membuat alokasi TKD berkurang dari Rp3,4 triliun pada 2025 menjadi Rp2,4 triliun pada 2026. Dengan pemotongan itu akan berdampak terhadap penyusunan APBD murni 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.