DPRD Banten Desak Polisi Segera Tangkap Dalang Aksi Demo Maut di DPRD Lebak
📅 Sabtu, 12 Okt 2024, 20:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
LEBAK - Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten Musa Weliansyah mendesak aparat kepolisian untuk segera menciduk dalang dan aktor intelektual yang mendanai peserta aksi demo berdarah di gedung DPRD Lebak, Provinsi Banten yang menyebabkan tewasnya anggota Satpol PP Pemerintah Kabupaten Lebak, Yadi Suryadi.
"Polisi harus memanggil siapapun yang memiliki konektivitas dalam gerakan penolakan dr Juwita Wulandari jadi Ketua DPRD Lebak, dan yang memberi dukungan kepada JIJ Ketua DPC PDIP Lebak seperti para pimpinan fraksi DPRD Lebak yang melakukan pertemuan dengan JIJ di hotel Katineung," ujar Musa anggota DPRD Banten dari Dapil Lebak ini kepada wartawan, Sabtu (12/10).
"Segera tangkap aktor intelektual yang mendanai aksi demo itu, agar dapat memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban dan membuat efek jera," sambungnya.
Oleh sebab itu, dirinya meminta agar penyidik dari Satreskrim Polres Lebak harus melibatkan tim dari unit siber Polda Banten untuk memudahkan penyelidikan agar mendapatkan petunjuk melalui transaksi elektronik komunikasi peserta aksi dan pihak-pihak lain yang memiliki konektivitas.
"Tolong libatkan Polda Banten dalam menangani kasus tersebut, terutama dari unit siber untuk menelusuri percakapan di telepon selular maupun WhatsApp antara korlap aksi dengan perekrut massa aksi dan yang mendanai aksi itu," cetus Musa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengapresiasi Polres Lebak yang dengan cepat berhasil menetapkan dua tersangka operator lapangan atau peserta aksi yang mengaku dibayar oleh seseorang, sehingga membuka jalan bagi kepoisian untuk mengungkap kasus itu hingga ke aktor intelektualnya.
"Saya mengapresiasi Polres Lebak bekerja cepat mengungkap kasus demo berdarah di DPRD Lebak, namun kasus itu jangan berhenti di peserta tetapi aktor intelektualnya harus segera ditangkap," tandasnya.
Adanya pertemuan ketua ketua fraksi DPRD Lebak dengan ketua DPC PDIP peraih suara terbanyak anggota DPRD Lebak dibenarkan oleh anggota Fraksi PDIP DPRD Lebak Agus Ider Alamsyah
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ya betul ada pertemuan dengan semua fraksi di DPDR Lebak di hotel Katineung untuk meminta dukungan Junaedi supaya mendapatkan rekomendasi untuk menjadi ketua DPRD Lebak," ungkap Agus.
Diketahui perebutan kursi ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menelan korban jiwa seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Yadi Suryadi akibat aksi demo bayaran yang berujung anarkis di depan gedung dewan beberapa waktu lalu.
Kuatnya desakan dari berbagai elemen masyarakat kepada polisi untuk mengusut kasus itu, akhirnya Kepolisan Resort Lebak (Polres) Lebak menetapkan dua tersangka berinisial M dan R.
Penetapan kedua tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan 8 saksi yang dilakukan penyidik Polres Lebak. " Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi saksi yang telah kita lakukan, untuk sementara kita tetap dua orang tersangka, yakni inisial M merupakan mahasiswa alamat Cisonggong, Sajira (Korlap) dan R (37), merupakan warga Kp Gunung Sanggar, Cirinten" terang Kapolres Lebak, AKBP Suyono, SIK ketika gelar perkara kasus penyebab kematian anggota Satpol PP Lebak Yadi Suryadi di Halaman Mapolres setempat, Sabtu (12/10).
Kapolres mengungkapkan, berdasarkan keterangan tersanka dari hasil penyidikan, para pendemo itu diupah uang secara bervariatif antara Rp 50 ribu hingga Rp 1 juta. "Mereka melakukan aksi demo itu karena dibayar," cetus Suyono.
Terkait dengan hal ini, kata Suyono, Polres kan komitmen akan mengusut tuntas persoalan tersebut hingga ke akar akarnya termasuk oang yang merekrut para pendemo dan aktor intelektual yang membayar aksi yang berujung tewasnya anggota Satpol PP Lebak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!