Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR RI Gandeng Titipku, Cek Harga dan Dorong Digitalisasi Pasar Tomang Barat

📅 Kamis, 19 Mar 2026, 11:55 WIB | Oleh:
DPR RI Gandeng Titipku, Cek Harga dan Dorong Digitalisasi Pasar Tomang Barat Doc: Ist
Ket. Stabilitas harga bahan pokok pangan tentu menjadi perhatian utama pemerintah, legislatif, dan masyarakat luas.Pimpinan Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, bersama dengan Co-Founder & CEO Titipku, Henri Suhardja, di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat,

Memasuki pekan krusial jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pimpinan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, melakukan kunjungan inspeksi secara komprehensif ke Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat, pada Senin (16/3/2026) pagi. Kunjungan ini turut didampingi Co-Founder & CEO Titipku, Henri Suhardja. Agenda utama kunjungan ini difokuskan pada pemantauan pergerakan harga komoditas pasar, memastikan kenyamanan infrastruktur pasar bagi para pedagang dan pembeli, serta mengevaluasi dampak nyata dari transformasi digital dalam ekosistem perdagangan tradisional.

Di tengah lonjakan permintaan musiman masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok pangan, stabilitas harga menjadi perhatian utama pemerintah dan legislatif. Kunjungan langsung ke lapangan ini bertujuan untuk melihat secara faktual kondisi pasar dan memastikan agar harga komoditas tetap terkendali dalam ambang batas yang wajar. Selain itu, peninjauan ini juga diarahkan untuk berkolaborasi dengan Perumda Pasar Jaya selaku pengelola guna memastikan bahwa pasar tetap menjadi fasilitas niaga yang nyaman, aman, dan memadai bagi aktivitas ekonomi warga ibu kota.

Di sela-sela interaksinya dengan sejumlah pedagang lapak, Rahayu Saraswati yang akrab disapa Sara menggarisbawahi peran mendasar pasar tradisional dalam arsitektur ketahanan nasional. 

"Pasar tradisional merupakan penopang utama perekonomian bangsa dengan tingkat perputaran modal yang sangat baik dan menyentuh langsung denyut nadi masyarakat di akar rumput. Keberadaan inovasi dari platform seperti Titipku sangat kita apresiasi karena mampu mendigitalisasi proses bisnis di pasar. Harapan saya sangat jelas, dengan adanya digitalisasi ini, kita dapat menciptakan transparansi informasi yang bermuara pada kemampuan kita dalam mengendalikan harga kebutuhan di pasar secara adil," tegas Sara, yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta 3, melingkupi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu ini.

Harapan yang disuarakan oleh Sara juga berpusat pada kepastian dan ketenangan masyarakat. Ia menambahkan bahwa melalui orkestrasi teknologi ini, masyarakat selaku konsumen akhir dapat membeli seluruh kebutuhan rumah tangga mereka dengan mudah dan efisien tanpa harus khawatir menjadi korban permainan harga spekulatif di masa-masa puncak permintaan seperti Lebaran.

“Lebih jauh, kita juga harus melihat pasar tradisional sebagai rumah besar bagi jutaan pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM bukan hanya penyerap tenaga kerja terbesar, tetapi juga motor penggerak ekonomi yang paling resilien di tengah berbagai tantangan global. Karena itu, upaya digitalisasi dan penguatan ekosistem pasar seperti ini harus terus kita dorong agar UMKM dapat naik kelas, memiliki akses pasar yang lebih luas, serta mampu bersaing secara berkelanjutan. Ketika UMKM kita kuat, maka pondasi ekonomi Indonesia juga akan semakin kokoh dan inklusif,” pungkas Sara.

Pasar Tomang Barat yang juga dikenal dengan sebutan “Pasar Kopro”, secara khusus dipilih sebagai lokasi peninjauan bukan tanpa alasan yang kuat. Secara historis, Pasar Tomang Barat merupakan lokasi pasar pertama yang menjadi titik pilot project bagi Titipku sebagai platform pelopor yang secara masif meningkatkan dan menerapkan digitalisasi pasar tradisional di Indonesia. Keberhasilan di Pasar Tomang Barat ini kemudian direplikasi ke ratusan pasar lainnya, membuktikan bahwa teknologi dapat berjalan selaras dengan kearifan lokal berdagang.

Keberhasilan kolaborasi antara pengelola fisik dan platform digital ini diakui secara langsung oleh para pelaku ekonomi di lapangan. Berdasarkan hasil perbincangan selama inspeksi, para penjual mengaku sangat terbantu dan merasa senang dengan sistem pengelolaan pasar yang makin terpadu saat ini. Para pedagang menaruh harapan besar dan optimisme agar inovasi yang dihadirkan oleh aplikasi Titipku mampu secara konsisten mendatangkan pelanggan baru dan meningkatkan volume penjualan barang dagangan mereka secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Co-Founder & CEO Titipku Henri Suhardja menegaskan kembali komitmen jangka panjang perusahaannya. 

"Kami di Titipku merasa terhormat dapat mendampingi Ibu Sara dalam peninjauan ini. Titipku hadir dengan visi yang konkret, yaitu berkontribusi penuh untuk kemajuan pasar tradisional. Kontribusi kami tidak hanya berhenti pada upaya membantu para pelanggan agar lebih mudah berbelanja kebutuhan pokok segar dari rumah, tetapi juga bersinergi erat dengan pihak pengelola Perumda Pasar Jaya dalam memajukan kapabilitas pedagang. Melalui integrasi digitalisasi operasional kami, baik di sisi suplai maupun pemesanan, kami ingin memastikan para pedagang pasar tetap berdaya saing dan relevan di era modern," ungkap Henri.

Kolaborasi multidimensi antara fungsi pengawasan dari DPR RI, pengelolaan infrastruktur BUMD, dan inovasi teknologi dari ekosistem startup ini diharapkan dapat menjadi fondasi standar yang kuat untuk memajukan ribuan pasar tradisional lainnya di seluruh pelosok negeri, demi mewujudkan kedaulatan ekonomi kerakyatan yang transparan dan inklusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.