Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SBY: Kepercayaan Publik Jadi Senjata Utama di Tengah Krisis

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 14:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
SBY: Kepercayaan Publik Jadi Senjata Utama di Tengah Krisis Doc: Antara
Ket. Foto arsip Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sambutannya saat membuka pameran lukisan Art for Peace and a Better Future di 24 Hours Hotel The Oddbird, ASHTA District 8, Jakarta, Sabtu (6/9).

Jakarta - Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik dalam menghadapi ketidakpastian global seperti sekarang.

SBY mengatakan dunia saat ini tengah memasuki era ketidakpastian yang ditandai dengan berbagai tantangan global, mulai dari meningkatnya rivalitas geopolitik, perang dan konflik di berbagai wilayah, dan perubahan rantai pasok global.

"Kepemimpinan yang kuat adalah tentang menjaga kepercayaan publik dan menciptakan peluang di tengah berbagai disrupsi," kata SBY pada The 2026 Asia Grassroots Forum by Amartha di Jakarta, Kamis (4/6).

Berdasarkan pengalamannya memimpin Indonesia pada masa krisis dan transisi, termasuk dampak krisis Asia 1997-1998, tsunami Aceh pada 2004, hingga krisis keuangan global 2008, SBY memaparkan sejumlah prinsip kepemimpinan yang dibutuhkan di tengah ketidakpastian.

Menurut dia, pemimpin harus tetap tenang saat menghadapi situasi sulit karena kepanikan dapat memperlemah institusi.

"Ketakutan menyebar dengan cepat pada masa-masa sulit. Kepanikan melemahkan institusi. Seorang pemimpin harus tetap tenang, jujur dan memiliki arah yang jelas," ujarnya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa pemimpin juga perlu mampu menggabungkan pragmatisme dengan prinsip. Dalam dunia yang semakin kompleks, menurutnya, negara harus adaptif dan realistis, tapi tetap berpegang pada nilai-nilai dasar.

Ia juga menekankan pentingnya visi jangka panjang dalam kepemimpinan. Menurut dia, pembangunan sumber daya manusia, reformasi institusi, ketahanan iklim, dan inovasi tidak dapat diwujudkan dalam waktu singkat.

Selain itu, SBY menilai kepemimpinan harus bersifat inklusif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

"Pertumbuhan yang hanya dinikmati oleh sebagian kecil kelompok masyarakat pada akhirnya akan menimbulkan ketidakstabilan," katanya.

Meski tantangan global semakin kompleks, SBY mengaku tetap optimistis terhadap masa depan ASEAN dan Indonesia.

Menurut dia, optimisme tersebut bukan karena tantangan yang dihadapi relatif kecil, melainkan karena kawasan ASEAN memiliki modal yang kuat berupa populasi muda, wirausaha yang dinamis, ekosistem digital yang terus berkembang, masyarakat yang tangguh, serta sumber daya manusia yang besar.

SBY mengatakan kekuatan tersebut tidak hanya berada di kota-kota besar atau korporasi besar, tetapi juga di desa-desa, komunitas lokal, pelaku usaha kecil, serta jutaan masyarakat yang terus bekerja, berusaha, dan membangun harapan di tengah ketidakpastian.

Ia meyakini modal tersebut akan menjadi fondasi penting bagi ASEAN dan Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan global pada masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
 Timnas Indonesia Jalani FI...
Olahraga
Kualifikasi Piala Dunia 203...
Megapolitan
Bank Jakarta Biayai Infrast...
Megapolitan
Obligasi Daerah Dirilis Dua...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.