Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Minta Ada Grand Design Vokasi Nasional untuk Industri Indonesia

📅 Selasa, 22 Jul 2025, 06:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR Minta Ada Grand Design Vokasi Nasional untuk Industri Indonesia Doc: ANTARA
Ket. Anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, selepas kunjungan kerja spesifik ke STTT Bandung, Senin (21/7/2025).

BANDUNG – Komisi VII DPR RI mendorong pemerintah segera menyusun Grand Design Vokasi Industri Nasional guna memperkuat peran lembaga pendidikan vokasi seperti Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung dalam mencetak sumber daya manusia unggul bagi industri Indonesia.

"Ada sejumlah tantangan struktural yang dihadapi lembaga pendidikan vokasi, termasuk penganggaran yang minim. Dan saya melihat belum adanya roadmap atau Grand Design Vokasi Industri Nasional dari kementerian terkait. Padahal, peran pendidikan vokasi seperti STTT Bandung ini sangat strategis dalam mencetak manusia industri unggulan untuk masa depan bangsa," kata anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, selepas kunjungan kerja spesifik ke STTT Bandung, Senin (21/7).

Kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasionalsaat ini tengah mengalami tekanan yang cukup besar, sehingga penyiapan kerangka besar pendidikan vokasi harus menjadi prioritas agar industri mampu bertahan dan berkembang menghadapi tantangan global.

"Kita tahu industri kita sedang tidak baik-baik saja. Tapi kita juga melihat adanya potensi besar. Di tahun 2033, diproyeksi potensi pertumbuhan industri tekstil kita bisa mencapai 22,4 miliar dolar AS. Karenanya harus ada langkah percepatan dari kementerian terkait," ujarnya.

Lebih lanjut, Erna menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM di STTT Bandung dan lembaga vokasi serupa di seluruh Indonesia, dengan harapan lulusannya tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi pelaku utama dalam proses industrialisasi nasional maupun global.

"Kalau SDM kita tidak dibangun sejak dini dan disiapkan untuk bersaing di dunia industri, maka akan tertinggal. STTT Bandung ini harus jadi motor penggerak," ujarnya.

Menurut dia, optimalisasi sektor pendidikan vokasi di bidang tekstil juga akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan negara dari sektor tersebut.

"Jika pengembangan SDM dan dukungan infrastruktur dilakukan dengan serius, maka sektor tekstil kita akan menjadi penyumbang signifikan terhadap pendapatan negara," tutur Erna.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.