DPR Ingatkan Pertamina untuk Penuhi Kebutuhan BBM jelang Mudik Lebaran
📅 Senin, 16 Feb 2026, 18:25 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Dokumentasi RRI
JAKARTA - Komisi XII DPR mengingatkan PT Pertamina (Persero) untuk memenuhi kebutuhan BBM menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Ketersediaan BBM subsidi maupun non-subsidi pada saat itu jangan sampai membuat pemudik kesusahan.
Pernyataan ini diungkapkan anggota Komisi XII DPR RI, Rocky Candra, Senin (16/2) di Jambi. Politikus Partai Gerindra ini mengaku akan terus mengawasi kinerja Pertamina dalam memasok kebutuh BBM di daerah.
"Saya akan serius mengawasi ketersediaan BBM baik subsidi maupun non-subsidi, terutama di jalan lintas perkotaan dalam menghadapi arus mudik dan arus balik," ucap dia.
Rocky juga mendorong Pertamina untuk aktif mengawasi setiap potensi gangguan yang berujung pada keresahan masyarakat. Terutama dalam mendapatkan kebutuhan BBM, termasuk ketersediaan gas subsidi 3 kilogram.
"Ini mengingat konsumsi bahan bakar dan kebutuhan gas dipastikan selalu tinggi selama bulan puasa," ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Juga pada saat berlangsungnya arus mudik dan balik Lebaran, Rocky menekankan Pertamina juga harus mampu memastikan ketersediaan pasokan dan jaminan kelancaran suplai minyak di setiap SPBU. Tujuannya agar masyarakat merasa nyaman dalam melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026.
"Sama-sama diketahui selama Ramadan konsumsi masyarakat akan naik terutama menjelang Lebaran," ujar dia.
Menurut Rocky, ini harus di perhatikan terutama di wilayah Sumatra bagian selatan agar jangan sampai muncul keluhan masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pernyataan Rocky itu berkaitan dengan pasokan solar yang belum penuhi kebutuhan di Jambi. Hal ini sebelumnya disampaikan Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Jambi, Muhammad Hafiz Fatah,
"Berdasarkan hitungan bersama tim Hiswana Migas, kebutuhan solar di Jambi mencapai 450 kiloliter," ujar dia.
Namun, kuota yang diberikan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) hanya 412 kiloliter.
Menurut Hafiz, Provinsi Jambi seharusnya mendapat perhatian lebih karena letak geografisnya yang strategis di tengah-tengah Pulau Sumatra. "Kendaraan logistik dan penumpang dari Jakarta dan mengisi BBM penuh dari Merak akan kehabisan bensin di Jambi," ujar dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!