Perkuat Kinerja Bisnis, Pertamina Percepat Penerapan AI dan Digitalisasi
📅 Minggu, 24 Mei 2026, 19:43 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA- PT. Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) guna menciptakan nilai bisnis baru, termasuk meningkatkan efektivitas operasional perusahaan. Pemanfaatan teknologi ini diarahkan agar memberikan dampak nyata terhadap kinerja bisnis dan operasional Pertamina ke depan.
Hal tersebut disampaikan Senior Vice President (SVP) Pertamina Digital Hub, Ignatius Sigit Pratopo, saat menjadi pembicara dalam Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Jumat (22/5).
Sigit Pratopo menjelaskan, Pertamina menyelaraskan arah transformasi digital dengan menempatkan value creation sebagai prioritas utama dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP). Pendekatan ini menjadi dasar dalam membangun penerapan AI yang terukur dan berdampak langsung pada bisnis. “Kami menetapkan target ambisius, yakni memberikan kontribusi EBITDA sebesar US$300 juta pada 2027. Itu menjadi arah utama kami,” ujarnya.
Untuk mendukung capaian tersebut, Pertamina menjalankan program Digital Factory sebagai pendekatan transformasi digital end-to-end di seluruh lini bisnis. Konsep ini meliputi identifikasi permasalahan bisnis, pengembangan Minimum Viable Product (MVP), implementasi solusi digital analytics, hingga perluasan implementasi ketika solusi terbukti efektif.
Sigit menambahkan, transformasi digital Pertamina didukung penuh oleh manajemen melalui pembentukan fungsi khusus yang mengoordinasikan seluruh inisiatif digital analytics dan AI di bawah Pertamina Digital Hub. Fungsi ini bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. “Pembentukan Pertamina Digital Hub yang melapor langsung ke CEO menunjukkan komitmen kuat perusahaan dalam mendorong digitalisasi,” jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Sigit, penerapan AI di Pertamina berangkat dari tantangan operasional yang dihadapi unit bisnis. Melalui Digital Factory, perusahaan melakukan kajian mendalam terhadap pain point sebelum menentukan teknologi yang sesuai, baik AI, machine learning, analytics, maupun solusi digital lainnya.
“Setelah konsep disepakati, tim khusus akan mengembangkan MVP dan menghadirkan solusi digital analytics maupun AI. Jika terbukti berhasil, solusi tersebut akan diperluas untuk menghasilkan nilai bisnis yang nyata,” papar Sigit.
Ia mengungkapkan, implementasi AI dan digital analytics Pertamina sudah menunjukkan hasil positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, perusahaan mencatat value creation lebih dari US$35 juta. Target 2025 ditetapkan US$50 juta, namun realisasi mencapai hampir US$80 juta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk 2026, Pertamina menaikkan target value creation menjadi US$150 juta. “Tahun ini kami juga menerapkan KPI bagi unit bisnis agar realisasi value creation dapat diukur secara jelas. Ini merupakan bagian dari perjalanan transformasi yang sedang berjalan,” kata Sigit.
Transformasi digital Pertamina dijalankan menyeluruh di seluruh rantai nilai energi, mulai dari upstream, midstream, hingga downstream. Di sektor upstream, machine learning dan AI telah dimanfaatkan melalui program seperti ChanceX yang terbukti meningkatkan rasio keberhasilan eksplorasi di salah satu basin hingga 10 persen.
Penerapan AI juga diperluas ke area strategis lainnya seperti drilling, optimasi produksi, reservoir management, dan operasi hulu lainnya. “Kami terus memperluas pemanfaatan AI di berbagai operasi upstream, termasuk drilling, optimasi produksi, reservoir management, dan area lainnya,” tutup Sigit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!