Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dewas BPJS Kesehatan: Rumah Sakit Diingatkan Tak Batasi Waktu Rawat Inap Pasien

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 01:35 WIB | Oleh:
Dewas BPJS Kesehatan: Rumah Sakit Diingatkan Tak Batasi Waktu Rawat Inap Pasien Doc: BPJS Kesehatan

JAKARTA - BPJS Kesehatan mengingatkan bawha Rumah Sakit (RS) tak boleh membatasi waktu pasien menjalani perawatan di rumah sakit (RS). Masyarakat pun diminta melapor bila menemukan RS atau pasien yang masa perawatannya dibatasi dalam periode tertentu. Demikian disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, di acara Public Expose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan di Jakarta, Senin (14/7).

Ia menegaskan, bahwa pihaknya tidak memiliki kebijakan membatasi waktu rawat inap pasien.

"Jadi tidak ada kebijakan dari BPJS tiga hari harus pulang. Kalau tetap dipulangkan pasti, satu, bukan BPJS karena BPJS tidak mungkin," kata Ghufron.

Menurut dia, bila pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengalami kasus seperti itu agar segera melapor. Adapun pelaporan bisa langsung ke kanal-kanal BPJS Kesehatan untuk dilakukan pendalaman.

Laporan dan keluhan itu, akan menjadi pertimbangan BPJS Kesehatan dalam kontrak yang dijalin dengan fasilitas layanan kesehatan terkait. Terdapat potensi mulai dari peringatan dan pemutusan kontrak jika masih tidak dilakukan perbaikan.

Ghufron menjelaskan bahwa fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan harus memenuhi 6 janji. Mulai dari pengobatan cukup menggunakan KTP atau NIK, tidak perlu membawa fotokopi dokumen, tidak ada iuran biaya.

Kemudian hari perawatan tidak boleh dibatasi, obat peserta harus tersedia. Serta pelayanan yang ramah tanpa diskriminasi.

"Yang jelas BPJS bukan atasan rumah sakit, bukan atasan FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama). Tetapi BPJS hubungannya itu kontrak, maka di kontrak itu kita tulis harus janji layanan yang bagus," ucap Ghufron.

Menurut data BPJS Kesehatan, sampai dengan akhir 2024 peserta Program JKN sudah mencapai 278,1 juta atau 98,45 persen dari total penduduk. Dari jumlah tersebut peserta aktif mencapai sekitar 77,3 persen.

Jumlah FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan meningkat 28 persen di periode 2014-2024 dari 18.437 menjadi 23.682. Dengan mitra Rumah Sakit bertambah 88 persen dari 1.681 menjadi 3.162. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.