PM Bangladesh Terpilih Prioritaskan Pemulihan Ekonomi
📅 Senin, 16 Feb 2026, 02:20 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/SAJJAD HUSSAIN
DHAKA - Perdana Menteri Bangladesh berikutnya, Tarique Rahman, pada Sabtu (14/2) mengatakan bahwa prioritas pemerintahannya akan meliputi perbaikan ekonomi, hukum dan ketertiban, serta tata kelola pemerintahan, dalam komentar publik pertamanya setelah kemenangan telak partainya dalam pemilihan parlemen.
“Kita menghadapi tantangan yang sangat serius seperti mengatasi perekonomian negara dan untuk memastikan tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Rahman dalam sebuah konferensi pers.
Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) yang dipimpin Rahman sebelumnya berhasil meraih mayoritas dua pertiga yang menentukan dalam pemilu, hingga partai itu bisa kembali berkuasa setelah hampir dua dekade.
Kemenangan telak tersebut, yang diumumkan pada Jumat (13/2), terjadi setelah berbulan-bulan terjadi gejolak politik dan ekonomi menyusul penggulingan mantan PM Sheikh Hasina dalam pemberontakan yang dipimpin oleh Generasi Z pada tahun 2024.
Ketika ditanya tentang rencananya untuk menghidupkan kembali perekonomian, Rahman mengatakan bahwa ia akan mendorong bisnis dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Ia juga mengatakan bahwa Tiongkok adalah sahabat pembangunan dan menambahkan bahwa ia berharap kedua negara dapat bekerja sama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah sementara, yang dipimpin oleh peraih Nobel Muhammad Yunus, yang telah berkuasa sejak mantan perdana menteri digulingkan, pada Sabtu telah mengucapkan selamat kepada Rahman atas kemenangan partainya, dan mengatakan bahwa hasil tersebut merupakan tonggak penting dalam transisi demokrasi negara itu.
Rahman, 60 tahun, adalah putra dari mantan PM Khaleda Zia dan mantan Presiden Ziaur Rahman, pendiri BNP dan tokoh terkemuka dalam perjuangan kemerdekaan Bangladesh. Para pesaingnya mengkritik karier politiknya karena dugaan korupsi, yang telah ia bantah. Ia kembali ke Bangladesh setelah 17 tahun mengasingkan diri di London, tak lama sebelum kematian ibunya pada tahun 2025. SB/ST/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!