Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Deal, Trump Umumkan Capai Kesepakatan Tarif dengan Indonesia, Produk RI Dikenakan Tarif 19%

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 08:28 WIB | Oleh:
Deal, Trump Umumkan Capai Kesepakatan Tarif dengan Indonesia, Produk RI Dikenakan Tarif 19% Doc: istimewa
Ket. Presiden AS, Donald Trump umumkan kesepakatan tarif dengan Indonesia di Washington, Selasa (15/7)

JAKARTA- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Selasa pagi (15/7) waktu Washington mengumumkan telah mencapai kesepakatan tarif resiprokal dengan Indonesia. Trump mengatakan, kesepakatan itu tercapai setelah berbicara dan mendapat respon yang sangat baik dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

Dalam unggahannya di media sosial X, Trump menyampaikan terima kasih kepada rakyat Indonesia atau persahabtan dan komitmen untuk menyeimbangkan defisit neraca perdagangan kedua negara. 

“Kami akan terus memberi untuk rakyat Amerika dan rakyat Indonesia!, seru Trump. 

Kesepakatan penting itu kata Trump menjadi sejarah pertama kalinya Indonesia membuka seluruh pasarnya ke AS. 

Sebagai bagian dari perjanjian, Indonesia kata Trump berkomitmen membeli energi 15 miliar dollar AS ke negara adidaya itu, 4,5 miliar dollar AS produk pertanian dan 50 pesawat jet Boeing yang kebanyakan seri 777’s.

“Untuk pertama kalinya, peternak kami, petani dan nelayan AS memperoleh akses yang komplit ke pasar Indonesia dengan 280 juta penduduk,” kata Trump.

Sebagai tambahan, Indonesia kata Trump akan membayar 19 persen biaya masuk produknya ke AS, sementara barang ekspor AS ke Indonesia tidak akan dikenakan tarif dan hambatan non tarif atau free.

Presiden AS itu juga menegaskan, jika ada produk transshipment atau barang yang disamarkan dari negara produsen, lalu dikirim seolah-olah produk Indonesia, terutama dari negara yang dikenakan tarif tinggi oleh AS, maka tarif akan ditambahkan ke Indonesia dari tarif 19 persen yang seharusnya sudah disepakati.

Negara Keempat

Sebelumnya, Trump menyampaikan telah mencapai deal dengan tiga negara yakni Inggris, Tiongkok dan India. Dengan demikian Indonesia tercatat sebagai negara keempat yang mencapai deal dengan AS. Dia pun menegaskan akan memberlakukan kebijakan tarif resiprokal itu efektif pada 1 Agustus 2025 mendatang.

Negara-negara yang sedang berjuang untuk mencapai kesepakatan dengan AS antaralain, Jepang, Korea Selatan dan negara-negara Uni Eropa serta salah satu negara anggota G7 yaitu Kanada.

Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko sebelumnya mendesak Pemerintah untuk bernegosiasi serius dengan AS untuk menghindari pengenaan tarif 32 persen dan potensi tambahan 10 persen sebagai konsekwensi jadi anggota BRICS. 

Pemerintah pun diimbau menawarkan win win solution yang saling menguntungkan perdagangan kedua negara. Dengan demikian, diharapkan AS akan melihat kalau RI sudah berusaha, dan mungkin tarif bisa turun 10-15 persen sehingga ekspor nasional bisa meningkat ke AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.