Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cap Bali Hadirkan Koleksi Bernuansa Tropis yang Terinspirasi dari Burung Merak

📅 Kamis, 05 Jun 2025, 12:10 WIB | Oleh:
Cap Bali Hadirkan Koleksi Bernuansa Tropis yang Terinspirasi dari Burung Merak Doc: Cap Bali
Ket. Pagelaran koleksi terbaru bertajuk Tropical Peacock, di Jakarta, tepatnya di pagelaran Indonesia Fashion Week 2025 (IFW).

JAKARTA - Setelah 11 tahun mempersembahkan sederet koleksi pakaian bernuansa resort, Cap Bali, jenama asal Pulau Dewata Bali garapan Putu Fitri Ertaningsih, menggelar pagelaran koleksi terbaru bertajuk Tropical Peacock, di Jakarta, tepatnya di pagelaran Indonesia Fashion Week 2025 (IFW).

Dibalik keindahan yang ditampilkannya, Cap Bali mengajak tak hanya mengagumi dan menjawab kerinduan akan suasana santai dan rileks khas Bali, tetapi juga menghadirkan cerita dibalik karya, dari tangan para wanita pekerja yang diberdayakan di area sekitarnya.

Founder Cap Bali, Putu Fitri Ertaningsih, menuturkan, Cap Bali yang mulai berdiri tahun 2014, awalnya saya ingin menghadirkan koleksi pakaian yang memadukan nilai budaya Bali dalam kemasan yang nyaman khas gaya tropis. Seluruh pembuatannya dilakukan sendiri, mulai dari menciptakan motif dengan teknik handprint atau sablon tradisional, tenun, hingga menjadi koleksi pakaian dengan desain yang modern, stylish, dan nyaman.

“Cap Bali dirancang untuk menyatu dengan iklim tropis dan gaya hidup santai namun tetap elegan,” ujar dia melalui siaran pers pada hari Kamis (5/6).

Kenyamanan yang dihadirkan pada setiap koleksi Cap Bali tak lepas dari material pilihan seperti rayon, yang memiliki tekstur ringan dan breathable. Tak hanya itu, Fitri sengaja memilih material rayon bukan hanya karena nyaman dan terasa sejuk dan lembut ketika dikenakan serta memberi kesan elegan.

“Rayon juga termasuk material yang ramah lingkungan, hal ini Cap Bali juga mengedepankan less waste, caranya dengan pemanfaatan limbah tekstil berupa kain perca untuk dijadikan produk yang memiliki nilai ekonomi,” paparnya.

Selama lebih dari satu dekade, Cap Bali telah menjadi wadah pemberdayaan perempuan lokal dalam industri kreatif Bali. Hingga kini, sebanyak lebih dari 100 pekerja Cap Bali, 90%-nya didominasi oleh pekerja wanita.

Para perempuan pekerja ini berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, dengan domisili wilayah sekitar area workshop Cap Bali yang berada di Mas-Ubud dan Sanur. Sebagian besar menjadi penjahit di Cap Bali, bahkan banyak di antaranya yang merupakan tamatan SMK jurusan Tata Busana, dan diajari langsung berbagai skill tambahan di Cap Bali dari nol.

Sejak awal setiap koleksi Cap Bali mengambil inspirasi dari kekayaan visual khas Bali, mulai dari motif pewayangan, ukiran tradisional yang khas, hingga pepatran atau ornamen Bali yang menstilasi corak daun, bunga, serta keindahan tumbuhan. Dalam koleksi terbaru yang dihadirkan di panggung IFW 2025 kali ini, Cap Bali menghadirkan koleksi bertajuk ‘Tropical Peacock’, yang merupakan selebrasi visual dalam memadukan keanggunan burung merak dengan semangat tropis Bali.

Motif burung merak disini ditampilkan secara unik yaitu terlihat menyatu melalui motif yang berirama, menyimbolkan kelembutan sekaligus ketangguhan para perempuan Bali. Menggunakan teknik handprint atau sablon tradisional, koleksi ini hadir dalam palet warna pastel seperti pink, biru langit yang cerah, serta hijau dedaunan yang segar, harmoni warna ini menciptakan nuansa segar yang diramu dalam siluet feminin yang cantik.

“Koleksi ini sangat istimewa, karena motif burung merak merupakan sebuah simbol dalam budaya lokal yang kerap kali hadir dalam seni tari serta ukiran tradisional. Tak hanya itu, dalam pembuatan koleksi ini momen nostalgianya pun cukup kuat karena berawal dari kenangan masa kecil saat pertama kalinya saya melihat burung merak,” terang Fitri.

Pesona warna burung merak yang begitu indah serta gerakannya yang anggun sangat menancap di ingatannya hingga kini, seakan ada aura percaya diri yang sangat kuat ditampilkan. Sejak saat itu, ia selalu mengingat burung merak sebagai simbol keindahan.

“Dan lewat koleksi ini saya ingin membawa apa yang pernah saya rasakan ke dalam karya, agar setiap pemakainya nanti merasa cantik, percaya diri, dan bebas mengekspresikan dirinya,” ujar Fitri.

Sebanyak tujuh koleksi perempuan dan dua koleksi pria dihadirkan lewat gaya kasual yang ringan dan nyaman. Setiap item didesain untuk menemani berbagai aktivitas khususnya di iklim tropis Indonesia, baik saat santai di pantai, hingga momen hangout atau momen-momen spesial bersama keluarga. Telah menjadi DNA Cap Bali dalam mengolah budaya lokal menjadi koleksi ready-to-wear bergaya kontemporer dalam setiap item koleksi yang dirancang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.