Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Bogor Tetapkan Mata Air Peninggalan Hindia Belanda Jadi Cagar Budaya

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 20:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bupati Bogor Tetapkan Mata Air Peninggalan Hindia Belanda Jadi Cagar Budaya Doc: Antara
Ket. Bupati Bogor Rudy Susmanto menandatangani rencana kerja sama perluasan layanan air bersih di Instalasi Ciburial PDAM Kabupaten Bogor, Ciomas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (15/5).

Kabupaten Bogor - Bupati Bogor Rudy Susmanto menginisiasi untuk menjadikan Mata Air Ciburial, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dibangun pada era pemerintahan Hindia Belanda tahun 1922 sebagai kawasan cagar budaya.

"Ini harus kita jaga bersama dengan cara penetapan sebagai kawasan cagar budaya karena sejarahnya sebagai sumber air yang mengaliri Istana Bogor hingga Istana Merdeka Jakarta," cetus Rudy usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Perumda Tirta Kahuripan dengan badan usaha swasta di Instalasi Ciburial PDAM Kabupaten Bogor, Ciomas, Kamis (15/5).

Rudy Susmanto menekankan pentingnya pelestarian dengan merencanakan penetapan Mata Air Ciburial sebagai Kawasan Cagar Budaya agar tidak dibongkar dan tidak dibangun sehingga tetap terjaga kelestariannya.

"Kemudian juga perlu membuat sumur resapan sebagai langkah penyelamatan debit air di Mata Air Ciburial," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad menjelaskan, penyusutan debit sumber mata air salah satunya terjadi pada mata air Ciburial yang merupakan sumber air baku utama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan untuk memasok air bersih kepada warga Kabupaten Bogor.

"Debit mata air ini menurun dalam dekade terakhir. Berdasarkan kajian kerentanan mata air Ciburial menunjukkan debit air turun dari 506 liter per detik pada tahun 2005 menjadi 330 liter per detik pada tahun 2019," ungkap Abdul Somad.

Ia menjelaskan, untuk mengembalikan debit air di mata air tersebut, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan bersama Pemerintah Kabupaten Bogor dan USAID IUWASH Tangguh, pada tahun 2020 telah membangun sumur resapan sebanyak 157 di wilayah Tamansari dan Ciomas.

Pembangunan sumur resapan tersebut berhasil meningkatkan debit air pada sumber mata air Ciburial. Pada tahun 2024 terjadi kenaikan debit menjadi 430 liter per detik. Hal ini dinilai sangat efektif dalam konservasi sumber mata air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.