Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bingung Atasi Kemacetan TB Simatupang

📅 Jumat, 22 Agu 2025, 03:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bingung Atasi Kemacetan TB Simatupang Doc: Antara/Galih Pradipta

JAKARTA – Masyarakat yang biasa melewati Jalan TB Simatupang untuk pergi dan pulang kerja saat ini dibuat pusing karena kemacetan akibat banyaknya galian pipa. Untuk mengatasi kemacetan ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta seperti kebingungan. Akhirnya bersama Dinas Bina Marga akan menggunakan trotoar Jalan TB Simatupang sebagai jalan guna mengatasi kemacetan.

“Bersama Dinas Bina Marga akan mengambil sedikit trotoar di TB Simatupang, area Cibis Park untuk memperlebar lajur lalu lintas. Langkah ini ditempuh untuk mengembalikan dua lajur,” kata Kepala Dishub Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Syafrin menjelaskan, upaya ini dilakukan karena adanya proyek galian di kawasan tersebut. Salah satunya adalah galian pipanisasi air minum. Adanya bedeng-bedeng yang menutupi proyek tersebut mengakibatkan Jalan TB Simatupang sering mengalami ­macet.

Kemacetan mulai dari simpang Pasar Minggu sampai dengan Ampera. Ini akibat pembangunan pipanisasi untuk peningkatan kapasitas pipanisasi air minum PAM Jaya. Kemacetan lain, mulai dari Ampera sampai dengan SPBU Shell mendekati Fatmawati. Ini pekerjaan PAL Jaya.

Tak hanya itu, Syafrin menjelaskan mulai dari SPBU Shell sampai dengan ke Jalan RA Kartini, kini sedang ada pembangunan jalan lengkap (complete street) Dinas Bina Marga. Maka, Syafrin menyebutkan adanya proyek ini mengakibatkan empat hingga lima mengalami penyempitan ruas jalan.

“Artinya memang kawasan itu sekarang sedang padat-padatnya dan tentu berusaha bersama seluruh stakeholder dengan rekan-rekan Ditlantas Polda Metro Jaya. Juga dengan Dinas Bina Marga, Satpol PP untuk melakukan pengaturan secara optimum,” kata Syafrin.

Lebih lanjut, Syafrin mengimbau kepada masyarakat yang ingin melewati kawasan tersebut agar menggunakan rute-rute alternatif atau gunakan angkutan umum. Kepadatan yang terjadi di kawasan itu, untuk saat ini bisa diminimalisir dengan berpindah ke angkutan umum. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.