Kim Jong Un Bertemu Menhan Russia, Janji Terus Dukung Perang di Ukraina
📅 Sabtu, 30 Nov 2024, 13:10 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Yonhap/KCNA
SEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertemu dengan menteri pertahanan Russia yang sedang berkunjung dan menyatakan dukungannya terhadap perang Russia melawan Ukraina, media pemerintah melaporkan Sabtu (30/11), di tengah semakin dalamnya kerja sama militer antara kedua negara.
Kim mengadakan pertemuan yang "bersahabat dan dapat dipercaya" dengan Menteri Pertahanan Russia Andrei Belousov di Pyongyang pada hari Jumat (29/11), menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dilansir Yonhap.
Belousov tiba di Korea Utara sehari sebelumnya untuk kunjungan yang dilakukan setelah Korea Utara mengirim ribuan tentaranya ke Russia untuk mendukung perang Moskow melawan Ukraina.
Dalam pertemuan tersebut, pemimpin Korea Utara mengecam Amerika Serikat dan Barat karena mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh yang dipasoknya untuk menyerang Rusia, dan menyebut tindakan tersebut sebagai intervensi militer "langsung", kata KCNA.
"Ini merupakan bentuk hak membela diri bagi Russia untuk mengambil tindakan tegas untuk membuat pasukan musuh membayar harganya," kata Kim.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pernyataan Kim dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap penembakan rudal balistik jarak menengah hipersonik Russia baru-baru ini ke kota Dnipro, Ukraina.
Serangan itu dipandang sebagai respons terhadap tindakan AS dan Inggris yang mengizinkan Kyiv menyerang wilayah Russia dengan rudal canggih Barat.
Laporan KCNA tidak menyebutkan apakah Kim dan Belousov membahas pengerahan pasukan Korea Utara ke Russia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menegaskan "pemerintah, tentara, dan rakyat DPRK akan selalu mendukung kebijakan Federasi Russia untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya dari gerakan imperialis untuk mendapatkan hegemoni," kata KCNA, menggunakan akronim nama resmi Korea Utara.
Korea Utara dan Russia telah meningkatkan kerja sama militer berdasarkan perjanjian pertahanan utama yang ditandatangani pada bulan Juni yang menyerukan pemberian bantuan militer "tanpa penundaan" jika salah satu pihak diserang.
Awal bulan ini, Korea Utara meratifikasi perjanjian kemitraan strategis komprehensif melalui dekrit yang ditandatangani oleh Kim. Presiden Russia Vladimir Putin juga menandatangani perjanjian tersebut menjadi undang-undang setelah majelis tinggi dan majelis rendah Russia meratifikasinya.
Korea Utara belum secara terbuka mengonfirmasi pengerahan pasukannya ke Russia. Namun, Korea Selatan dan AS mengatakan beberapa tentara Korea Utara yang dikerahkan telah memasuki pertempuran di wilayah Kursk di Russia bagian barat.
Para pejabat Seoul khawatir bahwa Korea Utara mungkin menerima teknologi senjata canggih dari Rusia sebagai imbalan atas pengiriman pasukannya ke Moskow.
Pengerahan pasukan Korea Utara telah menimbulkan kekhawatiran tentang perluasan perang Russia yang berlarut-larut melawan Ukraina. Pyongyang telah menyediakan artileri dan senjata konvensional kepada Rusia untuk mendukung perangnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!