Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konflik AS-Israel vs Iran Picu Blokade Selat Hormuz, Energi Global Terguncang

📅 Jumat, 03 Apr 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Konflik AS-Israel vs Iran Picu Blokade Selat Hormuz, Energi Global Terguncang Doc: Antara
Ket. Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Albudaiwi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa - Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Mohammed Al Budaiwi mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk melindungi jalur maritim dan memastikan keamanan navigasi internasional, di tengah terhentinya pelayaran melalui Selat Hormuz.

"Kami menyerukan kepada Dewan Keamanan untuk bertanggungjawab penuh dan melakukan semua langkah yang diperlukan untuk melindungi jalur maritim dan memastikan keberlanjutan navigasi internasional yang aman,” ujar Al Budaiwi dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Kamis (1/4).

Ia juga menyerukan kepada Dewan untuk memasukkan negara-negara Teluk dalam setiap diskusi atau perjanjian dengan Iran, guna memperkuat keamanan regional dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Blokade Selat Hormuz adalah buntut dari konflik terbaru di Timur Tengah, yang dipicu serangan gabungan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Selain melancarkan serangan balasan, Iran kini mengendalikan jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk ke pasar global itu.

Penutupan Selat Hormuz telah memengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut, hingga memicu kenaikan harga energi global.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak deeskalasi dan penghentian konflik, di tengah operasi militer gabungan AS-Israel yang terus berlangsung terhadap Iran.

"Kita berada di ambang perang yang lebih luas yang akan melanda seluruh Timur Tengah dengan dampak dramatis di seluruh dunia... Jika genderang perang terus berbunyi, eskalasi hanya akan memperburuk dampak konflik ini,” kata Guterres dalam konferensi pers, Kamis.

“Lingkaran kematian dan kehancuran harus dihentikan," ujar dia, menegaskan.

Ia pun menegaskan perlunya dukungan untuk keberhasilan upaya penyelesaian konflik secara damai.

Guterres mengulangi seruannya kepada AS dan Israel untuk menghentikan serangan yang telah menyebabkan "penderitaan manusia yang luar biasa" dan mengakibatkan "konsekuensi yang menghancurkan."

Dia juga meminta Iran untuk menahan diri dari melakukan serangan balasan lebih lanjut di Teluk Persia.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.