Berpotensi Melemah Lanjutan
📅 Selasa, 12 Des 2023, 08:03 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan pelemahannya, hari ini (12/11). Setelah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), fokus pelaku pasar bakal tertuju kepada pertemuan dewan kebijakan bank sentral setempat (the Fed) dan rilis inflasi AS.
Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan kurs rupiah dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (12/12), bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran 15.610-15.670 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank pada penutupan perdagangan, Senin (11/12), tajam sebesar 105 poin atau 0,68 persen dari akhir pekan lalu menjadi 15.623 rupiah per dollar AS.
Analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan rupiah melemah terhadap dollar AS dipengaruhi oleh data sektor ketenagakerjaan Amerika Serikat yang membaik, dengan tingkat pengangguran yang turun.
"Tingkat pengangguran turun ke level terendahnya dalam empat bulan menjadi 3,7 persen," kata Reny di Jakarta, Senin (11/12).
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, ada penambahan lapangan kerja di AS, yang ditunjukkan oleh data Non-Farm Payroll (NFP) naik lebih tinggi dari perkiraan menjadi sebesar 199 ribu pada November 2023.
Di sisi lain, sentimen konsumen University of Michigan untuk AS melonjak menjadi 69,4 pada Desember 2023 dan ekspektasi inflasi akan turun menjadi 3,1 persen pada November 2023.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!