Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Papua Siap Bangun Industri Kelautan, Lebih dari 100 Kampung Nelayan Sudah Siap Diverifikasi

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Papua Siap Bangun Industri Kelautan, Lebih dari 100 Kampung Nelayan Sudah Siap Diverifikasi Doc: Antara
Ket. Gubernur Papua Mathius D Fakhiri saat rapat bersama instansi terkait guna membahas pembangunan Kampung Nelayan bertempat Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Papua, pada beberapa waktu lalu.

Jayapura - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua terus mendorong pembangunan ekosistem industri kelautan yang berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Gubernur Papua Mathius D Fakhiri di Jayapura, Senin (30/3), mengatakan pihaknya telah mengusulkan 200 kampung nelayan untuk dikembangkan, dengan lebih dari separuh di antaranya dinilai siap berdasarkan kesiapan awal dan menunggu hasil survei lapangan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Dari usulan kami sekitar 200 kampung nelayan, yang sudah siap lebih dari 100 dan kini menunggu verifikasi lapangan dari kementerian,” katanya.

Menurut Fakhiri, Papua sebagai provinsi induk memiliki keunggulan dari sisi sumber daya dan infrastruktur yang dapat menjadi modal utama dalam pengembangan sektor kelautan berbasis industri.

"Pengelolaan potensi laut tidak hanya difokuskan pada sektor tangkap, tetapi juga diarahkan pada pembangunan industri pengolahan hasil laut agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya akan berangkat dari pengelolaan laut yang baik sehingga tidak hanya penangkapan, tetapi juga membangun industri-industri kelautan.

"Capaian ekspor hasil laut dari Papua sebelumnya telah menunjukkan tren positif dan diharapkan dapat terus meningkat ke depan melalui penguatan sektor hulu hingga hilir," katanya.

Dia menambahkan, sebagai bagian dari pengembangan ekosistem tersebut, Pemprov Papua juga akan mengintegrasikan pembangunan kampung nelayan merah putih dengan koperasi serta penyediaan perumahan bagi masyarakat pesisir.

“Pembangunan ini tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi mulai dari kampung nelayan, koperasi hingga perumahan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.