Bendungan Kuwil Sebagai Pengendali Banjir di DAS Tondano
📅 Minggu, 22 Feb 2026, 22:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Manado - Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, Sugeng Hariyanto mengatakan, Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dibangun untuk mengendalikan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano.
"Ada satu hal yang ingin kami sampaikan bahwa proses pengendalian banjir yang ada di Bendungan Kuwil Kawangkoan hanya khusus untuk Sungai Tondano, jadi bukan sungai yang lain," kata Sugeng di Manado, Minggu.
Sugeng menyebutkan, kapasitas tampung bendungan terbesar di Sulawesi Utara tersebut kurang lebih 18 juta meter kubik dan dapat mereduksi banjir kurang lebih 155 meter kubik per detik.
Karena itu, menurut dia, apabila ada sungai-sungai lain yang daerah aliran sungainya banjir, bukan Bendungan Kuwil yang salah karena bendungan tersebut diperuntukkan dan dibangun hanya untuk Sungai Tondano.
Sugeng menambahkan, daerah tangkapan air untuk Sungai Tondano luas sehingga potensi banjir di sungai tersebut cukup besar seperti yang terjadi saat banjir tahun 2014.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bendungan Kuwil ikut mereduksi banjir yang masuk ke Kota Manado dari daerah tangkapan air wilayah Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara," katanya.
Bendungan Kuwil, kata dia, berhasil mereduksi banjir sekitar 6,7 juta meter kubik yang berasal dari DAS Tondano.
Selain DAS Tondano, ada juga beberapa daerah aliran sungai yang bermuara di Kota Manado ikut menyumbang cukup besar debit air saat banjir tanggal 21 Maret 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Daerah aliran sungai tersebut kata Sugeng Harianto adalah DAS Tikala, DA Sario, DAS Malalayang, DAS Bailang dan DAS Mahawu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!