Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Badan Bahasa Entri 200 Ribu Kosakata di KBBI

📅 Senin, 28 Okt 2024, 05:08 WIB | Oleh:
Badan Bahasa Entri 200 Ribu Kosakata di KBBI Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Imam Budi Utomo (dua dari kiri) dalam taklimat media tentang Bulan Bahasa dan Sastra 2024 di Jakarta, Sabtu (26/10).

JAKARTA - Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Imam Budi Utomo mengatakan pihaknya akan menyelesaikan entri 200 ribu kosakata di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada Desember 2024.

"Kami menggandeng Oxford dan para leksikograf pekamus dari Inggris untuk memberikan data terkait entri, tetapi ini masih perlu disunting lagi, mereka memberikan data jumlahnya ratusan ribu, sangat kaya. Namun, saat ini masih 180 ribuan entri, kurang 20 ribu akan kami selesaikan di Bulan Desember 2024 nanti," ujar Imam pada taklimat media di Jakarta, kemarin.

Ia menegaskan, kebijakan pengembangan bahasa melalui pengayaan entri KBBI merupakan tindak lanjut dari pengakuan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi sidang umum UNESCO pada 20 November 2023.

"KBBI kita sampai saat ini baru mencapai angka 120.600 sekian entri, kalau kita bandingkan dengan kamus Bahasa Inggris, memang bahasa Indonesia tergolong masih miskin entri dan kosakata," katanya.

Imam juga menekankan, KBBI harus merangkum penggunaan kata-kata populer di masyarakat, karena KBBI sebetulnya bukan kamus baku bahasa Indonesia, tetapi fungsi utamanya yakni menjadi rujukan untuk bahasa Indonesia yang baku.

"Kalau kita lihat KBBI kita, kata-kata gabut -gaji buta-, misalnya, adakah di sana? Ada, tetapi di dalamnya ada tambahan kata 'cak', yang menjelaskan bahwa kata gabut itu adalah kata cakapan, yang itu kemungkinan besar belum bisa digunakan sebagai kata baku, tetapi ini bisa digunakan dalam percakapan," ucapnya.

Tambahan kata "cak" tersebut, lanjut dia, bertujuan agar orang asing tidak kebingungan ketika menggunakan kata-kata yang biasa digunakan masyarakat, tetapi tidak ada dalam KBBI.

Berdasarkan data dari Badan Bahasa, jumlah entri dalam KBBI versi pertama di tahun 1988 yakni 62.000. Hingga tahun 2023, yakni pada KBBI versi keenam, jumlah entri data tercatat sebanyak 120.000.

Ujian Kemahiran

Sementara itu, sebanyak 890.837 siswa SMP dan SMA sudah mengikuti Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka. Jumlah tersebut merupakan akumlasi dari total pelaksanaan UKB Adaptif Merdeka di sekolah-sekolah sejak tahun 2021.

"Sejak tahun 2021 Badan Bahasa melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra menyelenggarakan program Giat UKBI Adaptif Merdeka yang ditujukan kepada pelajar SMP dan SMA sederajat," ujar, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Ganjar Harimansyah, dalam Taklimat Media Bulan Bahasa dan Sastra 2024, di Jakarta, Sabtu (26/10).

Ganjar menyebut, pelaksanaan UKBI Adaptif Merdeka mampu meningkatkan proses pembelajaran bagi siswa. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.