Koran-jakarta.com || Rabu, 26 Mar 2025, 01:00 WIB

Indonesia dan Tiongkok Berkomitmen Bangun Pusat Inovasi AI Asean

  • Infrastruktur Digital

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Tiongkok berkomitmen memperkuat kerja sama strategis di bidang teknologi digital dan kali ini keduanya menjajaki pusat inovasi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) untuk kawasan Asean.

Ket. MenKomdigi, Meutya Hafid bersama dengan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono bertemu Sekretaris Partai Kota Nanning Nong Shengwen di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa (25/3).

Doc: ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital

Hal itu diperkuat dengan pertemuan Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid dengan Sekretaris Partai Kota Nanning Provinsi Guangxi Tiongkok Nong Shengwen yang juga membahas transformasi digital Indonesia, sekaligus membuka peluang besar pemanfaatan AI di sektor pertanian dan pengembangan smart city.

“Kerja sama di bidang infrastruktur digital antara Indonesia dan Tiongkok menjadi yang terbesar di antara kerja sama dengan negara lainnya. Hal ini telah mendukung konektivitas hingga ke pelosok Indonesia melalui teknologi 4G dan 5G,” ungkap Menkomdigi Meutya Hafid dalam pertemuan di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Selasa (25/3).

Seperti dikutip dari Antara, Meutya Hafid menyatakan minat Indonesia untuk memperluas kerja sama di bidang AI dengan Kota Nanning sebagai inspirasi berkat keberhasilannya menjadi pusat smart city yang berbasis AI.

Menurutnya kota Nanning diketahui memiliki pengalaman yang tepercaya dalam membangun smart city, di samping itu talenta digital dan ekosistem startup-nya juga memiliki potensi yang besar untuk menjadi inspirasi pengembangan ekosistem digital Indonesia sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai negara, termasuk Tiongkok, dalam mengembangkan teknologi AI. Target kami adalah menciptakan 9 juta talenta digital yang berkapabilitas tinggi di bidang AI pada tahun 2030,” tuturnya.

Sekretaris Partai Kota Nanning Nong Shengwen juga menyambut baik ajakan memperkuat kolaborasi antara Tiongkok dan Indonesia dalam hal penciptaan inovasi teknologi.

Ia juga menegaskan kesiapan Nanning untuk memberikan dukungan penuh, termasuk kebijakan dan fasilitas, kepada perusahaan-perusahaan Indonesia yang ingin bekerja sama.

“Kami berharap dapat membangun pusat kerja sama dan inovasi AI antara Tiongkok dan Asean di Indonesia, dengan dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Digital,” jelasnya.

Komunikasi Lancar

Saat ini, Kemkomdigi tengah melepas sebanyak 1.500 petugas gabungan dari pemerintah maupun operator seluler untuk bertugas di posko-posko layanan telekomunikasi memastikan kelancaran layanan bagi masyarakat Indonesia di momen Lebaran 2025.

"Kami bekerja sama dengan para operator seluler yang hadir kurang lebih 1.500 personel. Kemudian total yang diberangkatkan kurang lebih 29 kendaraan. Baik itu kendaraan monitoring frekuensi maupun kendaraan yang akan mendukung layanan aduan," kata Meutya Hafid di Jakarta.

Keseluruhan posko berjumlah 386 posko siaga yang disiapkan untuk memastikan kelancaran telekomunikasi di masa Lebaran yang efektif mulai 26 Maret hingga 8 April 2025.

Selain itu, Kemkomdigi juga melepaskan puluhan kendaraan yang bertugas untuk memantau kualitas layanan dan frekuensi di sepanjang jalur mudik.

Dalam hal memastikan kualitas layanan telekomunikasi andal selama Lebaran 2025, Kemkomdigi juga menyiapkan pusat pengendali di Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) yang ada di lantai 8 Kantor Kemkomdigi.

Tim Redaksi:
E
A

Like, Comment, or Share:

Tulisan Lainnya dari Eko S

Artikel Terkait