Asta Cita Pertama Penting untuk Demokrasi
📅 Kamis, 07 Nov 2024, 01:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Donny Aditra
JAKARTA - Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Agus Wahyudi menyebut bahwa poin pertama dalam delapan misi atau Asta cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka penting untuk pengembangan demokrasi di Tanah Air.
Ia membeberkan, dalam Asta Cita pertama yakni memperkuat ideologi Pancasila, hak asasi manusia (HAM), dan demokrasi, merupakan komitmen Pemerintah Indonesia yang penting bagi masyarakat ke depan.
“Sebagai salah satu Astacita saya kira memiliki makna simbolik yang bermanfaat dan penting bagi masyarakat ke depan,” kata Agus di Jakarta, Rabu (6/11).
Menurut Doctor of Philosophy (PhD) itu, demokrasi substantif akan menuntut perhatian yang lebih saksama dan kesadaran Pemerintah untuk melakukan investasi bagi penguatan demokrasi permusyawaratan (deliberative demokrasi).
Lebih lanjut dia membeberkan, makna demokrasi sebagai konsep besar masih terkesan dibatasi sebagai isu pemilu reguler dan kurang substantif dalam rangka mengembalikan kedaulatan kepada rakyat atau untuk mengurangi kesenjangan ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Demokrasi harus diberi makna dalam praktik yang lebih mengakar, guna perwujudan kedaulatan rakyat yang lebih sungguh-sungguh (genuine).
Oleh sebab itu, lanjut dia, semua pihak harus mendukung dan optimistis Astacita itu akan diwujudkan oleh Pemerintah ke depan.
“Dampak positif bagi masyarakat jelas, semua melihat sekali lagi tentang rujukan untuk sumber percakapan dan inspirasi dalam menimbang berbagai tindakan dan pilihan kebijakan terutama oleh pemerintah,” ujar Kepala Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun Astacita atau delapan misi untuk mencapai visi tersebut, yakni memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM), memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Kemudian meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur, memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas, melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Selain itu, memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba, dan memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!