Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Arktik Catat Tahun Terhangat Sepanjang Sejarah Pengamatan Sejak 1900

📅 Kamis, 18 Des 2025, 01:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Arktik Catat Tahun Terhangat Sepanjang Sejarah Pengamatan Sejak 1900 Doc: AFP/Olivier MORIN
Ket. Gletser terlihat mencair di Scoresby Fjord, Greenland, beberapa waktu lalu.

Los Angeles - Suhu udara permukaan di seluruh Arktik dari Oktober 2024 hingga September 2025 menunjukkan suhu terhangat yang pernah tercatat sejak 1900, demikian menurut sebuah laporan tahunan yang dirilis pada Selasa (16/12), oleh Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (National Oceanic and Atmospheric Administration/NOAA) Amerika Serikat.

Dikutip dari Antara, musim gugur 2024 dan musim dingin 2025 mencatatkan cuaca yang lebih hangat di seluruh Arktik, masing-masing menempati peringkat pertama dan kedua terhangat dalam catatan sejarah, ungkap laporan tahunan Arctic Report Card.

Laporan tahun ini menyoroti wilayah yang menghangat jauh lebih cepat daripada bagian lainnya di Bumi, mendokumentasikan transformasi besar yang sedang berlangsung. Transformasi tersebut meliputi atlantifikasi (atlantification), yang mengalirkan air lebih hangat dan lebih asin ke arah utara, ekspansi spesies boreal ke arah utara ke ekosistem Arktik, dan sungai yang "berkarat" karena lapisan tanah beku abadi (permafrost) mencair dan membawa serta kandungan besi dan logam lainnya, papar NOAA.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa 10 tahun terakhir merupakan periode 10 tahun terpanas yang pernah tercatat di Arktik. Sejak 2006, suhu tahunan Arktik telah meningkat lebih dari dua kali lipat dari laju kenaikan suhu global.

Curah hujan di seluruh Arktik dari Oktober 2024 hingga September 2025 juga mencapai rekor tertinggi. Total curah hujan musiman untuk musim dingin, musim semi, dan musim gugur termasuk ke dalam lima tertinggi sejak 1950.

Pada Maret 2025, es laut Arktik pada musim dingin mencapai luas maksimum tahunan paling rendah dalam catatan satelit selama 47 tahun, lanjut laporan tersebut.

Pengamatan terbaru juga menunjukkan hilangnya gletser dan es dalam jumlah besar di seluruh Arktik, Greenland, dan Alaska, yang mencerminkan kondisi ekstrem regional maupun tren penurunan jangka panjang.

Menurut NOAA, pencairan gletser yang terus berlanjut berkontribusi pada kenaikan permukaan laut global yang berlangsung terus-menerus, mengancam pasokan air di komunitas Arktik, meningkatkan risiko banjir yang destruktif, dan memperparah bahaya tanah longsor dan tsunami yang membahayakan manusia, infrastruktur, serta garis pantai.

Fluktuasi Tajam

Dari Beijing, sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa fluktuasi suhu harian yang tiba-tiba dan signifikan, baik dalam frekuensi maupun tingkat keparahannya sebagai akibat dari perubahan iklim, menjadi ancaman serius dan nyata bagi kesehatan masyarakat.

Riset yang diterbitkan di Nature Climate Change tersebut dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Nanjing dan Institut Fisika Atmosfer (Institute of Atmospheric Physics/IAP) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.