Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Akademisi UGM: Rekrutmen 1,3 Juta PPPK Rasional tapi Minim Kepastian

📅 Rabu, 27 Agu 2025, 17:20 WIB | Oleh:
Akademisi UGM: Rekrutmen 1,3 Juta PPPK Rasional tapi Minim Kepastian Doc: Foto: Dok. UGM

Jakarta – Pemerintah menyiapkan rekrutmen 1,3 juta tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu untuk menghindari potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal tenaga honorer. Dosen Manajemen Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Subarsono, menilai langkah ini rasional dalam jangka pendek, namun tetap menyisakan persoalan jangka panjang.

“Saya memandang itu keputusan rasional dalam jangka pendek dan menengah dengan kondisi ekonomi negara saat ini. Kebijakan ini bisa menutup kekurangan SDM di instansi pemerintah sekaligus mengurangi pengangguran bagi pegawai PPPK yang kontraknya selesai,” ujarnya, Rabu (27/8).

Menurutnya, dari sisi manajemen sumber daya manusia, tenaga PPPK dapat membantu sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dari sisi keuangan, status PPPK dianggap lebih efisien karena tidak membebani negara dengan dana pensiun. “Pemerintah dan masyarakat mendapat keuntungan karena layanan publik bisa tetap berjalan,” jelasnya.

Namun, Subarsono mengingatkan kelemahan dari sisi kepegawaian. Berdasarkan UU No. 49 Tahun 2018 Pasal 37, masa kerja PPPK hanya satu tahun dengan perpanjangan maksimal lima tahun bagi jabatan pimpinan tinggi tertentu. “Kontrak yang terbatas jelas kurang memberikan keamanan psikologis bagi PPPK,” tegasnya.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat jumlah PPPK saat ini 1,16 juta orang atau 25 persen dari total ASN, sementara PNS berjumlah 3,56 juta orang. Dengan tambahan 1,3 juta pegawai baru, jumlah PPPK akan melampaui 2,4 juta orang. Subarsono menilai kebijakan ini sekaligus cara pemerintah meredam potensi gejolak sosial di tengah transisi tenaga honorer.

Kendati demikian, ia menilai rekrutmen PPPK juga menimbulkan dilema. Jika dibuka secara umum, peluang mendapatkan tenaga ahli berkompetensi tinggi akan terbuka. Namun di sisi lain, tenaga honorer yang telah lama mengabdi tetap perlu mendapat prioritas. “Di sini muncul persoalan kesenjangan dan loyalitas PPPK dibanding PNS,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.