Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Tahun Belajar Beratap Terpal, Mirisnya Potret Siswa SDN Karyamukti Cianjur

3 Selasa, 03 Nov 2026, 19:56 WIB | Oleh:

Ketika terpal mulai rusak, pihak sekolah kembali menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur untuk meminta penggantian. Bantuan tersebut diperlukan agar 18 siswa kelas 5 dan 6 bisa mengikuti pelajaran.

Di tengah keterbatasan fasilitas, keberlanjutan pendidikan siswa tetap menjadi perhatian sekolah dan orang tua. Dalam tiga tahun terakhir, sekitar 20 siswa telah lulus dari SDN Karyamukti, 10 orang di antaranya melanjutkan pendidikan ke SMP negeri di Kecamatan Campaka.

Lulusan lainnya memilih melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang berlokasi di SDN Karyamukti.

Meski harus mengikuti pembelajaran hingga ujian akhir semester di ruang beratap terpal, prestasi siswa di sekolah itu tidak kalah dibandingkan dengan siswa yang belajar di sekolah dengan fasilitas lebih memadai.

Pihak sekolah juga mencatat seluruh lulusan tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Bahkan, sejumlah lulusan yang memilih pondok pesantren tetap mengikuti pendidikan formal melalui PKBM Karyamukti.

Kondisi tersebut semakin memperkuat harapan pihak sekolah dan orang tua agar perbaikan ruang kelas yang rusak segera direalisasikan. Terakhir kali, sekolah mendapat perbaikan pada 2023 untuk ruang kelas 1 dan ruang guru.

Rencana penggabungan SDN Karyamukti dengan sekolah lain yang pernah diwacanakan beberapa tahun lalu juga ditolak sebagian besar orang tua. Mereka mempertimbangkan jarak sekolah pengganti yang cukup jauh serta tambahan biaya yang harus dikeluarkan untuk pendidikan anak.

"Kami berharap perhatian pemerintah daerah hingga pusat agar sekolah kami mendapat bantuan pembangunan, karena kondisinya sudah rusak berat dan siswa belajar dalam ancaman terutama ketika musim hujan," kata Ninu.

Sekolah rusak di Kabupaten Cianjur

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur mencatat terdapat 8.984 ruang kelas sekolah dasar (SD). Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.045 ruang dalam kondisi baik, 1.605 rusak ringan, 1.952 rusak sedang, dan 382 rusak berat.

Sementara itu, ada 458 sekolah menengah pertama (SMP) dengan 3.534 ruang kelas untuk menampung 97.183 siswa yang tersebar dalam 3.816 rombongan belajar. Pada jenjang tersebut, masih terdapat kekurangan sekitar 282 ruang kelas.

Dari total ruang kelas SMP, 2.287 ruang dalam kondisi baik, 676 rusak ringan, 282 rusak sedang, dan 289 rusak berat.

Penanganan ruang kelas yang mengalami kerusakan ringan menjadi tanggung jawab masing-masing sekolah. Perawatannya dapat menggunakan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 8 Tahun 2026, anggaran BOS untuk biaya perawatan sekolah dibatasi maksimal 20 persen. Adapun ruang kelas dengan kerusakan sedang hingga berat menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mendapatkan penanganan.

Bagi sekolah yang mengalami kekurangan ruang kelas, kegiatan belajar sementara diatur melalui sistem jadwal bergilir. Pengaturan tersebut dilakukan tanpa mengurangi jumlah jam belajar, terutama bagi siswa kelas 1 dan 2.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Terkonfirmasi, Jenderal LSP...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.