Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Tak Berkutik di Tengah Aksi Hindari Aset Berisiko

3 Selasa, 03 Nov 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Tak Berkutik di Tengah Aksi Hindari Aset Berisiko IHSG Hari Ini Tak Berkutik di Tengah Aksi Hindari Aset Berisiko Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Ilustrasi-Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan meningkatnya sikap kehati-hatian investor yang sejalan dengan tren pelemahan sejumlah bursa Asia akibat menguatnya sentimen risk-off.

Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko dan cenderung beralih ke instrumen yang lebih aman di tengah ketidakpastian pasar global.

Tekanan eksternal ini berpotensi membatasi ruang penguatan IHSG, terutama apabila diikuti arus modal keluar dan melemahnya kepercayaan investor terhadap prospek pasar domestik.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/11) sore, ditutup melemah 192,54 poin atau 3,78 persen ke posisi 4.904,29 mengikuti bursa kawasan Asia seiring investor bersikap risk off (mengurangi eksposur ke aset berisiko).

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 20,62 poin atau 3,98 persen ke posisi 497,27.

“IHSG dan bursa regional Asia melemah menyusul pelemahan di Wall Street, penurunan saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan tetap berada di bawah tekanan jual seiring kekhawatiran atas pengeluaran AI yang besar dan pengembalian yang tidak pasti terus membebani,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (3/11).

Dari mancanegara, Nico mengatakan pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS), sementara penurunan harga minyak di tengah tanda-tanda kemajuan diplomatik antara AS dan Iran tidak banyak memperbaiki sentimen pasar secara keseluruhan.

Nico menyebut pelaku pasar akan mengamati dengan cermat pemilihan paruh waktu AS, karena pemerintahan Trump dan Partai Republik menghadapi tekanan politik yang meningkat atas tingginya biaya energi, mendorong harga energi lebih tinggi dan memicu inflasi, dan mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

Sementara itu, harga minyak mentah dan Brent diperdagangkan di sekitar 96 dolar AS dan 104 dolar AS per barel pada Selasa (03/11) setelah turun sekitar 7 persen pada sesi sebelumnya, karena tanda-tanda kemajuan diplomatik antara AS dan Iran yang meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan lebih lanjut.

"Para pemimpin dari kedua belah pihak mengisyaratkan untuk melanjutkan negosiasi perdamaian. Tanda-tanda kemajuan diplomatik antara AS dan Iran meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan lebih lanjut," ujar Nico.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengatakan pemerintahnya telah menerima wewenang yang lebih besar dari pemimpin tertinggi negara itu untuk negosiasi perdamaian.

Dari dalam negeri, indeks melemah karena sentimen inflasi pangan Oktober 2026 yang mencapai level kenaikan dari 5,03 persen ke level 5,81 persen, atau membuktikan bahwa gangguan pasokan pangan akibat anomali iklim El Nino belum sepenuhnya mereda.

Sementara inflasi inti pada Oktober 2026 tercatat sebesar 2,56 persen (yoy), atau lebih rendah dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,84 persen (yoy).

“Penurunan inflasi inti dapat melonggarkan tekanan bagi bank sentral,” ujar Nico.

Di sisi lain, Nico menyebut pelaku pasar justru memandang penurunan itu sebagai sinyal negatif, yang mana melandainya angka itu mengindikasikan melemahnya permintaan riil (demand-pull) dari masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.

“Konsumen kini cenderung memangkas belanja non-esensial (tersier dan sekunder) karena pendapatan mereka habis terserap untuk memenuhi kebutuhan pokok,” ujar Nico.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.