Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

IHSG Hari Ini Memerah: Sentimen Global Memburuk, Risk Off Meluas

29 Kamis, 29 Okt 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Memerah: Sentimen Global Memburuk, Risk Off Meluas IHSG Hari Ini Memerah: Sentimen Global Memburuk, Risk Off Meluas Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A.
Ket. Ilustrasi-Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan meningkatnya sikap risk off investor yang cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko di tengah ketidakpastian pasar global.

Sejalan dengan koreksi bursa Asia, tekanan jual menunjukkan bahwa sentimen eksternal masih mendominasi pergerakan pasar domestik.

Kondisi ini berpotensi menekan kepercayaan investor dan memicu volatilitas lanjutan, terutama jika ketidakpastian ekonomi global mendorong arus modal keluar dari pasar saham Indonesia.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (29/10) sore ditutup melemah 184,25 poin atau 3,49 persen ke posisi 5.098,06, mengikuti pelemahan bursa kawasan Asia seiring investor bersikap risk off (mengurangi eskposur ke aset berisiko).

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 24,19 poin atau 4,48 persen ke posisi 515,28.

“IHSG melemah setelah demonstrasi mahasiswa di sejumlah kota besar meningkatkan risiko politik, sedangkan harga minyak yang bertahan di atas 100 dolar AS per barel menambah tekanan terhadap fiskal,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.

Selain itu, Nico mengatakan bahwa arus keluar modal asing (foreign outflow) juga telah meningkat di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah.

Investor juga cenderung berhati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi domestik pada pekan depan, salah satunya data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Oktober 2026, setelah inflasi September 2026 meningkat menjadi 3,28 persen.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia didominasi pelemahan setelah kinerja keuangan perusahaan teknologi besar yang mengecewakan, sehingga kembali memicu kekhawatiran mengenai keberlanjutan investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI).

Dari Jepang, pelaku pasar mengalihkan perhatian pada pertemuan kebijakan Bank of Japan (BOJ), yang diperkirakan mempertahankan suku bunganya, namun berpotensi memberikan sinyal kenaikan pada Desember 2-26 di tengah tekanan inflasi yang persisten.

Sementara pada Rabu (28/10), The Fed telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya sesuai ekspektasi pasar, meskipun dua pejabat menyatakan perbedaan pendapat dengan mendukung kenaikan suku bunga.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 4,44 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor industri yang turun masing-masing sebesar 4,31 persen dan 4,18 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ALKA, YPAS, TMAS, KJEN dan MKNT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni IDEA, SOFA, MEJA, LMAX dan SPRE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,31 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,64 miliar lembar saham senilai Rp11,28 triliun. Sebanyak 104 saham naik 653 saham menurun, dan 206 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 1,00 persen ke 64.594,00, indeks Kospi melemah 1,24 persen ke 5.937,66, indeks Shanghai melemah 0,82 persen ke 3.651,43, indeks Hang Seng melemah 0,59 ke 22.958,65, dan indeks Strait Times melemah 0,03 persen ke 5.396,03.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

29 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.