Menkomdigi Tegaskan Generasi Muda Merupakan Penentu Arah Pemanfaatan “AI” Nasional
Selasa, 03 Nov 2026, 19:10 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Humas Kemkomdigi
JAKARTA - Generasi muda Indonesia dinilai harus mengambil peranan dalam menentukan arah pengembangan dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI). Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam acara Indonesia Youth Summit 2026 di Jakarta.
Menkomdigi menyatakan, generasi muda memiliki peranan penting, khususnya dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi digital. Dimana ia menjelaskan tujuannya agar pengembangan teknologi AI memberikan manfaatan bagi masyarakat.
Meutya juga menekankan jiwa kepemimpinana digital yang tidak kalah penting untuk dimiliki generasi penerus bangsa. Terutama yang menyangkut kemampuan berpikir kritis, keberanian menciptakan inovasi, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
"Dalam 20 tahun menuju Indonesia Emas 2045, kita juga perlu bertanya, apakah Indonesia akan menjadi bangsa pengguna teknologi yang diciptakan oleh bangsa lain, atau kita ingin bergerak menjadi bangsa yang ikut menciptakan teknologi, pengetahuan, dan juga solusi bagi dunia," kata Meutya dalam keterangan resminya pada Selasa (3/11).
Dalam kesempatan itu, Menkomdigi juga menyoroti peluang besar Indonesia dalam peningkatan sektor perekonomian. Hal ini dengan modal kekuatan pengguna internet Indonesia yang mencapai sekitar 260 juta pengguna.
Dari jumlah ini, kata Meutya, menjadikan Indonesia memberikan kontribusi terhadap ekonomi digital di Asean sebesar 30 persen. Namun pengembangan dan pemanfaatan AI sebagai bentuk transformasi digital nasional ini, juga perlu memberikan perlindungan terhadap generasi muda bangsa.
"Tidak ada pertumbuhan ekonomi setinggi apa-pun yang layak dikejar kalau nilai-nilai kemanusiaan kita menjadi hilang, diterabas oleh mesin-mesin. Kalau pertumbuhan ekonominya tercapai 360 juta dolar di 2030, tapi anak-anaknya tidak terjaga, anak-anaknya terpapar pornografi, anak-anaknya terpapar judi online, bangsa malah terpecah belah, itu juga tidak layak," ujar Menkomdigi. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!