IHSG Hari ini Menguat di Tengah Ketidakpastian, Neraca Dagang Jadi Penopang
Senin, 02 Nov 2026, 18:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan respons positif pelaku pasar terhadap kinerja eksternal Indonesia, terutama surplus neraca perdagangan yang melampaui ekspektasi.
Capaian tersebut memberikan sinyal bahwa ketahanan sektor perdagangan masih terjaga dan berpotensi memperkuat persepsi investor terhadap fundamental ekonomi domestik.
Namun, keberlanjutan penguatan IHSG tetap bergantung pada konsistensi kinerja ekspor, stabilitas nilai tukar rupiah, serta kemampuan pemerintah menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/11) sore, ditutup menguat 39,78 poin atau 0,79 persen ke posisi 5.096,83 didukung oleh data neraca perdagangan domestik periode September 2026 yang lebih tinggi dari ekspektasi pelaku pasar.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,72 poin atau 0,53 persen ke posisi 517,89.
"IHSG menguat didukung oleh surplus neraca perdagangan September 2026 yang lebih tinggi dari perkiraan, seiring pertumbuhan ekspor yang melampaui ekspektasi dan impor yang secara tak terduga mengalami perlambatan," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus senilai 10,61 miliar dolar AS pada periode Januari-September 2026.
"Surplus sepanjang periode Januari-September 2026 ditopang oleh kinerja perdagangan komoditas nonmigas yang mencatat surplus 34,21 miliar dolar AS, sementara perdagangan komoditas migas masih mengalami defisit sebesar 23,60 miliar dolar AS," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono.
Sementara itu, BEI resmi menerapkan reformasi besar dengan mengecualikan 81 saham yang dikategorikan memiliki konsentrasi kepemilikan saham tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan indeks acuan.
"Kebijakan tersebut dipercepat sebagai respons atas peringatan MSCI terkait potensi reklasifikasi status pasar modal Indonesia," ujar Nico.
Dari mancanegara, Nico mengatakan bursa kawasan Asia didominasi penguatan yang didorong oleh kenaikan kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) dan penurunan harga minyak setelah muncul laporan mengenai dimulainya kembali upaya diplomasi AS-Iran untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Di sisi lain, ia menyebut pelaku pasar juga mencermati rilis kinerja keuangan emiten, data ketenagakerjaan AS, serta pemilihan paruh waktu (midterm elections) yang akan datang.
Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 2,12 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor industri yang naik masing-masing sebesar 1,53 persen dan 1,40 persen.
Sedangkan, empat sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 0,64 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor teknologi yang turun masing-masing sebesar 0,22 persen dan 0,16persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DFAM, MKNT, ROCK, AKPI dan BLTA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni LMAX, PLAN, MSIE, LINK dan LPCK.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!