Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026, Ini Pendorongnya
Senin, 02 Nov 2026, 18:05 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohSelain memperkuat kinerja bisnis, Telkom terus mempercepat pelaksanaan transformasi melalui empat pilar utama TLKM 30. Keempat pilar tersebut meliputi Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi Shift.
Strategi Operational & Service Excellence diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, menjaga kualitas layanan, serta memperkuat pengelolaan biaya dan arus kas. Upaya tersebut juga mencakup penyesuaian pembayaran operasional dan karyawan, termasuk pembayaran terkait program pensiun dini atau Early Retirement Program (ERP), guna membangun struktur organisasi yang lebih efektif dan produktif.
Pada pilar Streamlining, Telkom telah menyelesaikan penataan 14 entitas hingga kuartal III 2026. Proses tersebut terdiri atas divestasi tiga entitas, penutupan sembilan entitas, serta penggabungan dua entitas.
Dari sisi investasi, TelkomGroup merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp15,7 triliun dengan rasio capex terhadap pendapatan sebesar 13,8 persen. Sebanyak 94,3 persen dari total belanja modal tersebut dialokasikan untuk segmen B2C dan B2B Infrastructure guna memperkuat serta memperluas kemampuan konektivitas digital.
Nanang menjelaskan bahwa penataan portofolio bisnis menjadi salah satu prioritas utama perusahaan sepanjang 2026. Melalui langkah tersebut, TelkomGroup ingin membangun organisasi yang lebih ramping, sederhana, dan adaptif sekaligus meningkatkan fokus terhadap bisnis yang mampu memberikan nilai tambah secara berkelanjutan.
"Melalui TLKM 30, kami terus menjalankan transformasi di seluruh lini bisnis TelkomGroup, dengan streamlining sebagai prioritas utama tahun ini. Penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas menjadi langkah penting untuk membawa TelkomGroup menjadi organisasi yang lebih lean, simple, dan agile, serta semakin fokus pada bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Nanang.
Sementara itu, salah satu pencapaian penting dalam pilar Unlock Value adalah rampungnya pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia pada 30 September 2026. Melalui proses tersebut, lebih dari 90 persen aset jaringan TelkomGroup dikonsolidasikan ke InfraNexia untuk dikembangkan menggunakan model bisnis carrier-neutral dan open-access.
Model pengelolaan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur sekaligus membuka peluang komersialisasi dan kerja sama strategis. Dengan pengembangan tersebut, TelkomGroup berupaya memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan sumber pertumbuhan baru di tengah perkembangan industri digital.
Nanang optimistis TelkomGroup dapat menutup 2026 dengan kinerja yang semakin solid melalui keberlanjutan transformasi di seluruh lini usaha. Perseroan juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan agar berbagai inovasi serta kapabilitas infrastruktur yang dikembangkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
"Kami optimistis dapat menutup tahun 2026 dengan kinerja yang semakin solid dan prima. Sejalan dengan itu, TelkomGroup akan terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan customer experience terbaik, sehingga setiap inovasi dan kapabilitas yang kami kembangkan dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi pelanggan dan masyarakat," tutup Nanang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!