Telkom Resmi Spin-Off Bisnis Fiber ke InfraNexia Senilai Rp85,7 Triliun
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 17:35 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperoleh persetujuan pemegang saham independen untuk melakukan pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity atau spin-off ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia). Persetujuan tersebut diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring pada Rabu (30/9/2026).
Aksi korporasi tersebut merupakan transaksi afiliasi yang mengacu pada Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan. Pelaksanaannya telah memenuhi ketentuan kuorum dari mayoritas pemegang saham independen Telkom.
Pembentukan InfraNexia sebagai perusahaan operasional yang menangani bisnis infrastruktur jaringan TelkomGroup menjadi bagian dari strategi TLKM 30. Langkah tersebut diarahkan untuk mendorong monetisasi aset bernilai tinggi sekaligus membuka peluang kemitraan strategis dan pertumbuhan bisnis.
Transformasi ini juga menjadi bagian dari perubahan Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company atau HoldCo-OpCo. Model tersebut menempatkan penciptaan nilai dan penguatan sinergi antarentitas sebagai bagian penting dalam pengembangan bisnis TelkomGroup.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan apresiasi kepada pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan yang mendukung proses transformasi perusahaan. Menurutnya, persetujuan spin-off memberikan ruang bagi Telkom dan InfraNexia untuk memiliki struktur bisnis yang lebih fokus serta fleksibel dalam mengembangkan aset dan layanan.
"Atas nama direksi Perseroan, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan yang senantiasa menyertai perjalanan transformasi Telkom."
Nanang mengatakan struktur baru tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan sekaligus memperbesar penciptaan nilai. Telkom juga menargetkan transformasi yang dilakukan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perkembangan ekosistem digital Indonesia.
Dalam RUPSLB yang sama, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus Telkom. Perubahan tersebut ditujukan untuk memperkuat tata kelola perusahaan, mendukung kinerja, serta menunjang agenda transformasi TLKM 30.
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo
- Komisaris: Ossy Darmawan
- Komisaris: Rizal Mallarangeng
- Komisaris: Edwin Hidayat Abdullah
- Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim
- Komisaris Independen: Anthony Leong
- Komisaris Independen: Deswandhy Agusman
- Komisaris Independen: Ira Noviarti
- Direktur Utama: Nanang Hendarno
- Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine
- Direktur Human Capital Management: Willy Saelan
- Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra
- Direktur Network: Budi Satria Dharma Purba
- Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji
- Direktur Wholesale & International Service: Radita Ali Putra
- Direktur IT Digital: Kharim I. G. Siregar
- Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana
Pada hari yang sama, Telkom dan InfraNexia juga menandatangani akta pemisahan sebagai salah satu tahapan penting penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2. Penandatanganan dilakukan Nanang Hendarno bersama Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf di Telkom Landmark Tower, Jakarta.
Melalui tahapan tersebut, lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah Telkom dikonsolidasikan ke InfraNexia. Konsolidasi ini memperbesar skala InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur digital berbasis wholesale dengan jaringan yang mencakup berbagai wilayah Indonesia.
Secara keseluruhan, jaringan yang dikelola mencakup sekitar 112.000 kilometer serat optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik. Nilai transaksi dalam aksi korporasi tersebut mencapai sekitar Rp85,7 triliun.
Nanang mengatakan InfraNexia diarahkan untuk memperkuat fokus bisnis sekaligus meningkatkan produktivitas aset infrastruktur. Langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kontribusi pasar eksternal terhadap pendapatan segmen B2B Infrastructure TelkomGroup.
"Dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri."
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan konsolidasi tersebut memberikan ruang lebih besar bagi InfraNexia untuk meningkatkan utilisasi jaringan. Selain itu, perusahaan dapat memperluas kolaborasi dengan berbagai pelaku dalam ekosistem digital nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!