Libatkan 1.128 Pelajar, Binus Cup XI Swimming Catat Rekor MURI
Senin, 02 Nov 2026, 18:58 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Binus School
JAKARTA – Sebanyak 1.128 pelajar dari berbagai sekolah mengikuti kompetisi renang Binus Cup XI Swimming yang digelar di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 31 Oktober 2026. Jumlah peserta tersebut mengantarkan ajang ini meraih rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Lomba Renang oleh Pelajar Terbanyak dalam Waktu Satu Hari”.
Kompetisi ini menjadi wadah bagi perenang muda untuk menunjukkan kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, sekaligus mengembangkan potensi di bidang olahraga renang. Peserta berasal dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Binus Cup XI Swimming merupakan inisiatif siswa-siswi Binus School Simprug yang bekerja sama dengan Pengurus Kota Akuatik Indonesia Jakarta Selatan. Ajang tersebut mempertandingkan 41 nomor lomba dengan melibatkan pelajar dari berbagai sekolah.
Direktur Operasional MURI, Awan Rahargo, mengatakan pencapaian rekor tersebut bukan semata-mata dilihat dari jumlah peserta, melainkan juga dari inisiatif dan upaya yang dilakukan generasi muda dalam menyelenggarakan kompetisi olahraga.
“Tentunya rekor pada hari ini bukan serta-merta karena sebuah angka, karena sejatinya MURI melihat sebuah karya terbaik yang diciptakan oleh putra-putri Indonesia dalam penyelenggaraan kompetisi renang kali ini. Di samping itu juga, ini adalah sebuah sarana maupun wadah untuk mencari talenta-talenta muda, perenang-perenang nasional, yang akan dimulai dari penyelenggaraan Binus Cup ke-11 Swimming,” ujar Awan melalui siaran pers pada Senin (2/11/2026).
Digagas Siswa untuk Mencari Bibit Perenang Muda
Penyelenggaraan Binus Cup XI Swimming berawal dari gagasan siswa-siswi Binus School Simprug yang melihat perlunya kompetisi renang antarsekolah dengan akses lebih terbuka bagi para pelajar.
Tidak hanya mencetuskan ide, para siswa juga terlibat langsung dalam seluruh proses penyelenggaraan, mulai dari persiapan, koordinasi dengan sekolah dan klub renang, hingga pelaksanaan pertandingan.
Pendaftaran kompetisi dibuka secara luas agar perenang muda dari berbagai sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan. Ajang ini juga dirancang untuk memberikan pengalaman bertanding, termasuk bagi pelajar yang baru pertama kali mengikuti kompetisi renang.
Ketua Panitia Binus Cup XI Swimming, Sebastian, mengatakan penyelenggaraan lomba renang tersebut merupakan pengalaman pertama cabang olahraga renang masuk dalam rangkaian Binus Cup. Karena itu, para siswa ingin menghadirkan kompetisi yang memberikan pengalaman berbeda bagi peserta.
Menurut dia, ada dua tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan tersebut. Pertama, mendukung pembibitan atlet renang muda dengan memberikan kesempatan kepada pelajar untuk merasakan atmosfer pertandingan di fasilitas olahraga berstandar kompetisi atlet nasional.
Kedua, membuktikan bahwa siswa sekolah mampu menghasilkan kegiatan berskala besar apabila diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk mengembangkan gagasan.
“Tahun ini pertama kalinya renang masuk di Binus Cup, jadi kami ingin membuat sesuatu yang berkesan. Motivasinya ada dua: pertama, untuk pembibitan atlet muda dan memberi kesempatan anak-anak, terutama yang baru pertama kali mengikuti lomba, dapat merasakan arena yang sama dengan atlet nasional di Gelora Bung Karno,” kata Sebastian.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi pembuktian bahwa pelajar dapat mengembangkan prestasi akademik sekaligus terlibat dalam kegiatan nonakademik yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pertandingan Menggunakan 10 Lintasan dan Teknologi Elektronik
Dari sisi teknis, Binus Cup XI Swimming diselenggarakan dengan menggunakan 10 lintasan renang dan sistem pertandingan heat. Kompetisi ini juga didukung teknologi pencatatan waktu elektronik ALGE untuk mengukur hasil pertandingan secara presisi.
Peserta dibagi ke dalam empat kelompok umur berdasarkan jenjang pendidikan, mencakup siswa SD kelas 1–3, SD kelas 4–6, SMP kelas 1–3, serta SMA kelas 1–3. Pengelompokan ini dilakukan agar peserta dapat berkompetisi dengan perenang yang memiliki tingkat usia dan jenjang pendidikan relatif setara.
Dengan mempertandingkan 41 nomor lomba, kompetisi tersebut memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengukur kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman menghadapi suasana pertandingan yang lebih kompetitif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!