Cuan Rp26 Miliar dari Desa! Pertamina Sulap Dusun Tanpa Listrik Jadi Lumbung Ekonomi Hijau
Senin, 02 Nov 2026, 18:26 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Membangun itu mudah, tetapi menjaganya yang sulit. Karena itu, kita harus menyiapkan orang-orang yang berkompeten dan memiliki dedikasi untuk menjaga keberlanjutan program,” ujarnya.
Ekonomi lokal
Sementara itu, Rudi Ariffianto, VP CSR & SMEPP Management Pertamina, menjelaskan bahwa Program Desa Energi Berdikari dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan berbasis potensi sumber daya lokal, baik dari sisi energi maupun sumber daya ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pengembangan Desa Energi Berdikari (DEB) tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur energi terbarukan, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang mampu meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan ketahanan masyarakat desa.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ujungnya adalah kita harus mendengar. Tahapan pertama dari delapan pilar CID adalah saling berdiskusi secara mendalam. Melalui social mapping, kita mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan, kekurangan, dan harapan masyarakat,” jelas Rudi.
Hingga 2026, Pertamina telah mengembangkan sekitar 310 Desa Energi Berdikari di berbagai wilayah Indonesia, dengan sekitar 60% di antaranya berada di luar Pulau Jawa. Pertamina menargetkan target cukup masif dalam pengembangan DEB yang ditargetkan bisa mencapai 732 desa hingga 2030.
Program tersebut memanfaatkan berbagai sumber energi terbarukan sesuai potensi lokal, mulai dari tenaga surya, biogas, mikrohidro, biodiesel, hingga pembangkit listrik hibrida.
Dari pengembangan tersebut, kapasitas pembangkitan energi terbarukan DEB telah mencapai sekitar 1,5 MWp, dengan produksi biogas sekitar 973 ribu meter kubik. Sebanyak 223 local hero juga telah memperoleh sertifikasi keahlian sebagai Junior Operator untuk mendukung pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas energi terbarukan di wilayah masing-masing.
Dampak ekonomi program juga terus berkembang. Secara kumulatif, DEB telah menghasilkan nilai tambah ekonomi sekitar Rp26 miliar per tahun dan memberikan manfaat kepada sekitar 283 ribu orang, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Di sektor ketahanan pangan, sebanyak 166 desa telah mengembangkan program berbasis pertanian dan pangan. Pengembangan tersebut menghasilkan sekitar 21 ribu ton beras dan 5 ribu ton komoditas pangan nonberas per satu kali panen dari sekitar 2.000 hektare lahan.
Sementara dari aspek lingkungan, pemanfaatan energi terbarukan melalui DEB berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 1,1 juta ton CO2 ekuivalen. Program ini juga mendukung pengelolaan sekitar 145 ribu ton sampah per tahun serta pemanfaatan lebih dari 23 ribu ton kotoran hewan untuk pengembangan energi biogas.
Rudi menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah pembangkit energi terbarukan yang dibangun atau besarnya pengurangan emisi, tetapi terutama dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana pengembangan DEB benar-benar berdampak signifikan kepada masyarakat. Petani bisa meningkatkan kapasitas produksinya, UMKM mendapatkan tambahan pendapatan, dan berbagai aktivitas ekonomi bisa berjalan dengan baik hingga masyarakat mampu mencukupi kebutuhannya,” ungkapnya.
Untuk memastikan keberlanjutan, Pertamina mendorong penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat melalui koperasi maupun badan usaha, sekaligus meningkatkan kompetensi local hero agar mampu mengelola fasilitas energi secara mandiri.
Kisah Desa Tumpak dan Dusun Bondan menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari inisiatif masyarakat setempat. Dukungan perusahaan, pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan kemudian memperkuat langkah tersebut hingga menghasilkan manfaat yang lebih luas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!