Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN
Sabtu, 31 Okt 2026, 14:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA –Jalur impor migas akan ditata ulang. Pengadaan yang selama ini dipegang PT Pertamina (Persero) akan dialihkan ke Lemigas.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan skemanya tidak akan membebani APBN. "Tidak dari APBN ya," tegas Bahlil di sela Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial (FOREK) Hulu Minyak dan Gas Bumi 2026 di Jakarta, Rabu (28/10).
Meski Perpres-nya sudah terbit, Bahlil menyebut pelaksanaan masih transisi. Pemerintah masih konsolidasi dengan Pertamina sebelum implementasi penuh.
"Transisinya butuh waktu setelah konsolidasi dengan Pertamina, baru implementasi. Tidak serta-merta langsung," ujarnya.
Skema baru ini menyasar pengadaan yang selama ini dijalankan Pertamina, termasuk sejumlah penugasan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Namun untuk swasta, tidak wajib ikut. "Kalau untuk swasta enggak dong harusnya ya. Kalau swasta itu urusan mereka," kata Bahlil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Soal sumber pasokan, termasuk potensi 30 juta barel dari Uni Emirat Arab, Bahlil menyebut masih penjajakan. "Itu masih potensi ya. Semuanya masih penjajakan," katanya.
Penataan ini dilakukan di tengah tingginya impor energi. Indonesia masih impor 700-750 ribu barel minyak per hari dan 80% kebutuhan LPG masih dari impor.
Setelah transisi rampung, jalur impor via Lemigas diharapkan lebih tertata tanpa bebani APBN.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!