Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Berkedok Kebun Sawit, Perusahaan Asing Diam-diam Keruk Tambang

28 Rabu, 28 Okt 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Berkedok Kebun Sawit, Perusahaan Asing Diam-diam Keruk Tambang Berkedok Kebun Sawit, Perusahaan Asing Diam-diam Keruk Tambang Doc: Antara
Ket. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membongkar praktik nakal kebun sawit yang kedoknya dipakai untuk mengeruk tambang ilegal. Sejumlah perusahaan asing diduga berada di balik praktik tersebut

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membongkar praktik nakal kebun sawit yang kedoknya dipakai untuk mengeruk tambang ilegal. Sejumlah perusahaan asing diduga berada di balik praktik tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya telah menggelar rapat dengan Tim Penegakan Hukum (Gakkum) dan tim internal ESDM untuk memantau dan memeriksa kebun-kebun sawit nakal itu.

"Kami akan melakukan monitoring, pemeriksaan terhadap kebun-kebun yang juga melakukan usaha pertambangan, yang ditengarai itu dilakukan oleh beberapa perusahaan asing," ujar Bahlil dalam konferensi pers ketahanan energi nasional, Senin (26/10).

Bahlil menegaskan izin sawit tidak boleh dipakai untuk menambang. Perusahaan harus tunduk pada izin yang dikantongi.

"Kalau izin itu hanya dikeluarkan untuk usaha sawit, nggak boleh melakukan usaha lain, pendapatan lain," tegas mantan Menteri Investasi itu.

Ia menyebut Tim Gakkum sudah mengantongi sejumlah nama perusahaan asing yang kini didalami karena menjalankan usaha di luar izin.

"Ada beberapa perusahaan yang sedang dilakukan pendalaman, tapi berpotensi untuk melakukan kegiatan lain selain izin yang dikeluarkan," kata Bahlil.

Melalui langkah ini, pemerintah memastikan pemanfaatan sumber daya alam berjalan tertib, sesuai izin, dan memberi manfaat bagi kepentingan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Porprov Jateng Memakan Korb...
Megapolitan
Pemkab Tangerang Terima Hib...

24 Arena Sudah Siap Digunakan untuk Forprov

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
24 Arena Sudah Siap Digunak...
Nasional
Kementan Perkuat Pencegahan...
Luar Negeri
30 Orang Tewas - Gerbong Ha...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Loyo Usai S...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.