Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuan Rp26 Miliar dari Desa! Pertamina Sulap Dusun Tanpa Listrik Jadi Lumbung Ekonomi Hijau

2 Senin, 02 Nov 2026, 18:26 WIB | Oleh: Tim Redaksi
 Cuan Rp26 Miliar dari Desa! Pertamina Sulap Dusun Tanpa Listrik Jadi Lumbung Ekonomi Hijau  Cuan Rp26 Miliar dari Desa! Pertamina Sulap Dusun Tanpa Listrik Jadi Lumbung Ekonomi Hijau Doc: istimewa
Ket. Rudi Ariffianto, VP CSR & SMEPP Management Pertamina dalam DETalk: Desa Berdaya, Energi Terjaga : Cetak Biru Transisi Energi Masa Depan, Senin (2/11)

JAKARTA – Energi terbarukan bukan sekadar solusi pemenuhan kebutuhan listrik, melainkan juga menjadi penggerak perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat desa. Melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), PT. Pertamina (Persero) terus mendorong pemanfaatan potensi energi lokal untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Dampak nyata program tersebut tercermin dari kisah Burhanudin, Local Hero Desa Tumpak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, serta Jamaludin, Local Hero Dusun Bondan, Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Keduanya menjadi penggerak perubahan di wilayah masing-masing melalui inisiatif pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan pemanfaatan energi dan pelestarian lingkungan.

Burhanudin menceritakan, ketika kembali ke kampung halamannya pada 2021 setelah menyelesaikan pendidikan, ia mendapati kondisi lingkungan yang memprihatinkan. Kawasan hutan yang dahulu menjadi sumber kehidupan masyarakat mengalami kerusakan akibat deforestasi dan perubahan pola tanam yang didominasi tanaman jagung.

Kondisi tersebut turut berdampak pada kehidupan ekonomi warga yang sebagian besar menggantungkan penghasilan dari peternakan. Bahkan, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 40 kilometer menuju Mataram untuk mencari pakan ternak.

Berangkat dari kondisi tersebut, Burhanudin bersama masyarakat menginisiasi gerakan pemulihan lingkungan melalui pendekatan agroforestri. Penanaman pohon tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi ekologis hutan, tetapi juga menyediakan sumber pakan ternak, buah-buahan, serta mengembangkan potensi ekowisata.

“Apapun yang terjadi, kampung ini harus kita kembalikan, walaupun kita harus siram dengan keringat dan air mata,” cerita Burhanudin disela DETalk : Desa Berdaya, Energi Terjaga : Cetak Biru Transisi Energi Masa Depan, Senin (2/11).

Hasilnya, bersama masyarakat, sebanyak 30.000 pohon telah ditanam di kawasan seluas sekitar 96 hektare. Gerakan tersebut kemudian berkembang menjadi ekosistem ekonomi baru melalui peternakan, ekowisata, serta pengembangan produk UMKM berbahan dasar kelapa, seperti cocopeat, coconut oil, dan briket.

Kini, Desa Tumpak mampu menarik sekitar 800 wisatawan per tahun, mayoritas wisatawan internasional. Berbagai aktivitas tersebut turut menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp60 juta per tahun dan membuka kesempatan kerja bagi sekitar 60 warga.

Perubahan serupa juga dirasakan masyarakat Dusun Bondan. Jamaludin, Local Hero Dusun Bondan, menceritakan bahwa sebelum 2017, wilayahnya belum memiliki akses listrik. Masyarakat mengandalkan lampu minyak untuk penerangan, sementara aktivitas pendidikan dan ekonomi sangat terbatas.

Selain persoalan listrik, warga juga menghadapi keterbatasan akses air bersih karena sumber air di wilayah tersebut merupakan air payau. Untuk mendapatkan air bersih, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar tujuh kilometer menggunakan perahu.

Kondisi tersebut mulai berubah setelah hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) yang diinisiasi melalui program Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap. Pemanfaatan energi terbarukan kemudian dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang lebih luas.

“Kami tidak hanya menggunakan pembangkit listrik ini untuk penerangan. Kami terus berupaya melakukan inovasi untuk membantu kebutuhan masyarakat,” jelas Jamaludin.

Energi dari PLTH dimanfaatkan untuk mendukung penggunaan aerator pada tambak ikan sehingga produktivitas budidaya dapat ditingkatkan. Selain itu, listrik juga mendukung sistem desalinasi air berbasis masyarakat untuk mengolah air laut menjadi air tawar.

Pemberdayaan masyarakat turut dilakukan melalui pelatihan pengolahan hasil tambak bagi kelompok perempuan. Hasil perikanan yang sebelumnya hanya dijual dalam bentuk bahan baku kini mulai diolah menjadi produk bernilai tambah.

Untuk menjaga keberlanjutan fasilitas dan kegiatan ekonomi tersebut, masyarakat juga membentuk Koperasi Konsumen Bondan Sukses Sejahtera. Koperasi menjadi wadah pengelolaan program, pemberdayaan masyarakat, serta pengumpulan iuran sebesar Rp25.000 per kepala keluarga setiap bulan untuk mendukung operasional dan pemeliharaan PLTH.

Jamaludin menegaskan bahwa keberlanjutan program harus dipersiapkan sejak awal melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Dua Tahun Lalu Alvin Tedjo,...
Ekonomi
CELIOS: Perluasan Pajak Dig...
Luar Negeri
Warga Asli Minang Itu Menja...

The Weeknd Rilis Single “Hong Kong”

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
The Weeknd Rilis Single “...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.