Ilmuwan Temukan Pemicu Tersembunyi Kolesterol Tinggi, Obat Eksperimental Bisa Jadi Solusi Baru
Minggu, 01 Nov 2026, 15:23 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Kita sudah lama mengetahui bahwa diet tinggi kolesterol mengurangi kemampuan hati untuk membersihkan kolesterol dari darah, tetapi kita belum sepenuhnya memahami alasannya," kata Alan Saltiel, profesor kedokteran UC San Diego sekaligus penulis senior penelitian tersebut.
"Penemuan baru ini menjelaskan bagian penting dari teka-teki tersebut."
Saltiel mengatakan, kebutuhan terhadap pilihan pengobatan baru masih sangat besar karena sebagian pasien kesulitan menurunkan kolesterol hingga tingkat yang aman, bahkan setelah menjalani pengobatan.
"Jalur baru yang kami temukan ini benar-benar terpisah dari apa pun yang ditargetkan oleh obat-obatan yang ada, sehingga memberi kita peluang baru untuk mengisi kesenjangan tersebut," ujarnya.
Obat Eksperimental Sudah Pernah Diuji pada Manusia
Salah satu aspek paling menjanjikan dari penelitian ini adalah kemungkinan penggunaan obat yang sebenarnya sudah pernah dikembangkan untuk tujuan pengobatan lain.
Obat penghambat CTSA sebelumnya dikembangkan sebagai kandidat terapi gagal jantung. Namun, pengembangan obat tersebut akhirnya dihentikan karena pertimbangan strategis.
Meski demikian, kandidat obat itu telah melewati uji klinis Fase 1 yang bertujuan mengevaluasi keamanan penggunaannya pada manusia.
Pengalaman tersebut berpotensi mempercepat pengembangan obat untuk pengobatan kolesterol tinggi. Para peneliti berharap kandidat tersebut dapat melanjutkan pengujian ke Fase 2 untuk mengetahui efektivitasnya dalam menurunkan kadar LDL pada pasien.
Saltiel mengatakan, ketersediaan kandidat obat yang sudah menjalani pengujian keamanan manusia merupakan keuntungan tersendiri dalam proses pengembangan terapi baru.
"Untungnya, ada obat eksperimental yang sudah terbukti aman bagi manusia," katanya.
"Kami berharap dapat menguji apakah obat ini efektif dengan melakukan uji klinis, yang berpotensi menghadirkan pilihan pengobatan baru bagi pasien jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan."
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini masih berada pada tahap awal. Efektivitas penghambat CTSA dalam menurunkan kolesterol manusia belum terbukti dan masih memerlukan pengujian klinis lebih lanjut.
Dengan demikian, obat tersebut belum dapat dianggap sebagai terapi kolesterol tinggi yang siap digunakan.
Penelitian ini melibatkan sejumlah ilmuwan dari UC San Diego, University of California San Francisco, University of Texas Health Science Center at San Antonio, dan University of Utah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!