Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Lebih dari 30 Komoditas Indonesia Didukung Program Pembiayaan Ekspor LPEI

1 Minggu, 01 Nov 2026, 15:48 WIB | Oleh:
Lebih dari 30 Komoditas Indonesia Didukung Program Pembiayaan Ekspor LPEI Lebih dari 30 Komoditas Indonesia Didukung Program Pembiayaan Ekspor LPEI Doc: Indonesia Eximbank
Ket. Kegiatan sosialisasi Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) di rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (29/10/2026). LPEI memperkuat pembiayaan ekspor Indonesia melalui PKE yang menjangkau lebih dari 30 komoditas dan 90 negara.

JAKARTA — Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank memperkuat dukungan pembiayaan bagi eksportir nasional melalui Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE). Program tersebut kini telah mencakup lebih dari 30 jenis komoditas dengan jangkauan lebih dari 90 negara tujuan ekspor.

Capaian tersebut menunjukkan peran PKE sebagai salah satu instrumen pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan, mendorong diversifikasi pasar, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Di tengah dinamika perdagangan global, keterbatasan pembiayaan, risiko pasar, dan kebutuhan menjangkau negara tujuan ekspor baru masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha nasional. Melalui PKE, pemerintah menyediakan fasilitas pembiayaan, penjaminan, dan asuransi untuk mendukung transaksi maupun proyek ekspor yang memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional.

Fasilitas tersebut juga ditujukan bagi kegiatan ekspor yang menghadapi tantangan dari sisi kelayakan komersial sehingga membutuhkan dukungan khusus agar dapat direalisasikan.

Analis Keuangan Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Sutarso, mengatakan eksportir memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian nasional, terutama sebagai sumber devisa dan penggerak aktivitas usaha di berbagai sektor.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat dukungan kepada pelaku ekspor melalui berbagai kebijakan, mulai dari fasilitasi promosi, business matching, kemudahan administrasi ekspor, hingga penyediaan pembiayaan.

“Pemerintah memandang bahwa kinerja ekspor perlu terus dijaga agar perekonomian nasional tetap tumbuh dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Untuk itu, melalui Program Penugasan Khusus Ekspor, pemerintah menugaskan LPEI menyediakan fasilitas pembiayaan, penjaminan, dan asuransi bagi kegiatan ekspor yang dinilai penting bagi kepentingan nasional,” ujar Sutarso dalam sosialisasi PKE di rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Menurut dia, kebijakan tersebut dirumuskan melalui koordinasi lintas kementerian dan dievaluasi secara berkala agar tetap sesuai dengan kebutuhan dunia usaha serta kepentingan nasional.

Tiga Skema Pembiayaan untuk Eksportir

Department Head of National Interest Account (NIA), Business Ecosystem & Partnership LPEI, Agnes Rahadian, menjelaskan bahwa dukungan PKE telah dimanfaatkan untuk membantu berbagai produk unggulan Indonesia menembus pasar internasional.

Komoditas yang didukung mencakup rempah-rempah, furnitur, hingga produk industri strategis nasional. Sejumlah produk tersebut juga berhasil menjangkau pasar nontradisional, termasuk kawasan Afrika, Amerika Selatan, dan Asia Selatan.

Untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha dengan karakteristik bisnis yang berbeda, LPEI menyediakan tiga program PKE yang dapat dimanfaatkan eksportir, yakni PKE UKM, PKE Kawasan, dan PKE Trade Finance.

Ketiga program tersebut diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan, mendukung peningkatan kapasitas produksi, membantu pelaku usaha memenuhi permintaan pembeli (buyer), serta membuka peluang penetrasi ke pasar internasional.

Agnes mengatakan, penguatan ekosistem ekspor tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi pemerintah, lembaga pembiayaan, dan dunia usaha diperlukan agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

Salah satu upaya memperluas pemanfaatan program tersebut dilakukan melalui sosialisasi yang diselenggarakan LPEI bersama DJPPR Kementerian Keuangan dalam rangkaian TEI 2026.

Forum tersebut menjadi sarana bagi eksportir maupun calon eksportir untuk memperoleh informasi mengenai fasilitas PKE sekaligus memahami peluang pemanfaatannya dalam mengembangkan bisnis ke pasar global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Staf PBB Tewas dalam Tahana...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.