Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung Ketahanan Pangan Daerah, Disdikbud Kaltim Optimalkan Lahan Tidur Sekolah sebagai Lumbung Pangan

30 Jumat, 30 Okt 2026, 22:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dukung Ketahanan Pangan Daerah, Disdikbud Kaltim Optimalkan Lahan Tidur Sekolah sebagai Lumbung Pangan Dukung Ketahanan Pangan Daerah, Disdikbud Kaltim Optimalkan Lahan Tidur Sekolah sebagai Lumbung Pangan Doc: ANTARA
Ket. Kepala Disdikbud Kaltim Armin.

SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur mengoptimalkan lahan-lahan tidur di lingkungan sekolah sebagai kawasan lumbung pangan.

“Pemerintah memanfaatkan lahan-lahan tidur di sekolah sebagai lumbung pangan dan daging di Kaltim,” kata Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, di Samarinda, Jumat (30/10).

Upaya pemanfaatan lahan produktif tersebut digenjot guna mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat pembelajaran vokasi keterampilan para siswa sekolah menengah.

Salah satu proyek percontohan dikembangkan di SMK Negeri 2 Tanah Grogot di Kabupaten Paser yang memiliki potensi lahan kelapa sawit produktif seluas seratus hektare.

“Lahan sawit produktif sekolah kami kembangkan menjadi area peternakan sapi terpadu penggemukan dan pembiakan,” ujar Armin.

Pengembangan kawasan peternakan sapi terpadu tersebut dilaksanakan melalui pendekatan kolaborasi multi-pihak yang melibatkan pihak pemerintah, swasta, serta kalangan akademisi perguruan tinggi.

Kerja sama lintas sektor tersebut melibatkan perusahaan tambang setempat, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, serta Fakultas Peternakan Universitas Mulawarman.

“Pendampingan akademis dari Fakultas Peternakan Universitas Mulawarman memastikan pengelolaan peternakan sapi berjalan terukur,” tutur Armin.

Selain pengembangan peternakan sapi terpadu, Disdikbud Kaltim juga mendorong penguatan status Badan Layanan Umum Daerah bagi sekolah menengah kejuruan seluruh daerah.

Penguatan manajemen pemeliharaan fasilitas sekolah serta pemanfaatan aset produktif diharapkan dapat meningkatkan kemandirian finansial dan mutu tata kelola sekolah vokasi.

“Target kami pada tahun 2028-2029 seluruh lahan sekolah hijau ditanami pohon produktif,” ucap Armin.

Penanaman tanaman produktif seperti kelapa genjah dan aneka tanaman buah-buahan dirawat konsisten guna mendukung kelestarian lingkungan serta ketahanan pangan daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Daerah
Disnakeswan Mimika Kembangk...

Gunung Karangetang di Pulau Siau Mengalami Erupsi Kecil

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Gunung Karangetang di Pulau...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.